ASIA
2 menit membaca
Indonesia amankan kesepakatan rudal BrahMos dengan India, modernisasi pertahanan maritim
Langkah ini mencerminkan upaya Indonesia yang semakin intensif dalam memodernisasi kekuatan militernya di tengah dinamika keamanan kawasan.
Indonesia amankan kesepakatan rudal BrahMos dengan India, modernisasi pertahanan maritim
ARSIP: Rudal BrahMos dalam acara pawai Perdana Menteri India Narendra Modi di Ahmedabad, India. / Reuters
3 jam yang lalu

Indonesia resmi menjalin kesepakatan dengan India untuk pengadaan sistem rudal BrahMos, dalam langkah yang disebut pemerintah sebagai bagian dari upaya memperkuat kemampuan pertahanan nasional, khususnya di sektor maritim.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Indonesia, Rico Ricardo Sirait, pada Senin (9/03) mengatakan bahwa kesepakatan tersebut merupakan bagian dari program modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang tengah dijalankan pemerintah.

“Kesepakatan ini merupakan bagian dari modernisasi perangkat keras militer dan kemampuan pertahanan, terutama di sektor maritim,” kata Rico.

Meski mengonfirmasi adanya perjanjian tersebut, Rico tidak merinci nilai total kontrak antara kedua negara.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia dan India perkuat kerja sama pertahanan dan pendidikan militer

Sebelumnya, pada 2023, perusahaan BrahMos mengatakan bahwa pihaknya tengah melakukan pembicaraan tingkat lanjut dengan Jakarta mengenai potensi kesepakatan penjualan rudal senilai sekitar 200 juta hingga 350 juta dolar AS.

Jika terealisasi sepenuhnya, kerja sama ini akan menambah daftar negara pengguna sistem rudal BrahMos.

BrahMos Aerospace merupakan perusahaan patungan antara India dan Rusia yang bermarkas di New Delhi. Sistem rudal yang dikembangkannya tersedia dalam beberapa varian, termasuk peluncuran dari darat, udara, kapal perang, serta kapal selam.

Perusahaan tersebut sebelumnya mencatat kontrak ekspor pertamanya pada 2022 ketika Filipina, salah satu negara tetangga Indonesia di Asia Tenggara, memesan sistem rudal tersebut.

Hingga kini, perusahaan BrahMos maupun Kementerian Pertahanan India belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait kesepakatan terbaru dengan Indonesia.

Langkah ini mencerminkan upaya Indonesia yang semakin intensif dalam memodernisasi kekuatan militernya di tengah dinamika keamanan kawasan. Pemerintah dalam beberapa tahun terakhir mempercepat penguatan sistem pertahanan, terutama pada sektor maritim dan udara. 

Selain kerja sama dengan India untuk pengadaan rudal BrahMos, Jakarta juga menjalin kemitraan pertahanan dengan Türkiye, termasuk rencana pengadaan 48 unit jet tempur KAAN yang dikembangkan industri pertahanan Türkiye. 

Inisiatif tersebut menjadi bagian dari strategi Indonesia untuk meningkatkan daya tangkal sekaligus memperkuat kemampuan pertahanan di wilayah perairan dan udara nasional.

TerkaitTRT Indonesia - Turkiye menandatangani kesepakatan untuk mengekspor 48 jet tempur KAAN ke Indonesia
SUMBER:Reuters, TRT Indonesia