Angin puting beliung di Mojokerto rusak puluhan rumah warga
BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Berdasarkan informasi BMKG Jawa Timur, hujan lebat disertai angin kencang masih berpeluang terjadi di wilayah Mojokerto dan sekitarnya.
Bencana angin puting beliung disertai hujan lebat melanda wilayah Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, pada Minggu, menyebabkan kerusakan signifikan pada permukiman warga dan fasilitas umum di tiga desa.
Berdasarkan data awal, sedikitnya 43 rumah warga dan lima fasilitas umum dilaporkan mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang. Wilayah terdampak meliputi Desa Balongmasin, Desa Tunggalpager, dan Desa Jabontegal.
Sejumlah warga mengaku masih diliputi trauma setelah peristiwa yang terjadi secara mendadak tersebut. Sebelum bencana, kondisi cuaca di kawasan Pungging dilaporkan mendung, lalu berubah cepat menjadi hujan deras disertai angin kencang.
Video amatir warga yang beredar juga memperlihatkan kepanikan ratusan santri di Pondok Pesantren Nurul Islam, Desa Tunggalpager, saat atap bangunan tampak bergoyang diterpa angin. Para santri terlihat berlarian menyelamatkan diri meski peristiwa berlangsung relatif singkat.
Dari pantauan di lapangan, angin puting beliung menyebabkan atap rumah beterbangan, pagar runtuh, serta sejumlah pohon besar tumbang dan menimpa rumah warga hingga area makam desa. Data sementara dari sumber lain mencatat sedikitnya 30 rumah mengalami kerusakan, dengan tingkat kerusakan bervariasi dari ringan hingga berat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim, mengatakan kepada TVRI, pihaknya segera melakukan asesmen setelah menerima laporan cuaca ekstrem.
“Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sejumlah pohon tumbang serta kerusakan pada rumah warga dan fasilitas umum, khususnya di Desa Jabontegal,” ujarnya.
Ia memastikan hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa, sementara petugas BPBD bersama relawan masih melakukan pendataan dan pembersihan material sisa bencana.
BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Berdasarkan informasi BMKG Jawa Timur, hujan lebat disertai angin kencang masih berpeluang terjadi di wilayah Mojokerto dan sekitarnya. Warga diminta menghindari aktivitas luar ruang saat kondisi cuaca memburuk dan segera mencari tempat aman jika angin kencang kembali muncul.