Korban tewas banjir dan longsor di Sumatera Utara capai 34 orang, 52 masih hilang
BNPB melaporkan delapan warga meninggal dunia, puluhan mengalami luka-luka, dan lebih dari 2.851 orang terpaksa mengungsi setelah banjir dan longsor melanda 11 kecamatan.
Jumlah korban jiwa akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara kembali bertambah. Hingga Rabu malam, aparat kepolisian mencatat sedikitnya 34 orang meninggal dunia, sementara 52 warga lainnya masih dinyatakan hilang. BNPB bersama tim gabungan terus melakukan pencarian dan evakuasi di sejumlah lokasi terdampak.
Cuaca ekstrem yang berlangsung sejak awal pekan memicu banjir besar dan longsor di Kota Sibolga serta Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Tengah. Data dari Pusat Pengendalian Operasi BNPB menunjukkan bahwa intensitas hujan yang sangat tinggi telah memutus akses jalan, merendam permukiman, dan menyebabkan kerusakan serius pada jaringan infrastruktur.
Di Sibolga, air bah menyeret kendaraan, merusak rumah warga, dan membawa material lumpur serta batang pohon ke kawasan padat penduduk. Sejumlah kelurahan di empat kecamatan mengalami banjir besar dan guguran tanah, membuat mobilitas masyarakat terhenti.
Tapanuli Selatan menjadi wilayah dengan dampak paling signifikan. BNPB melaporkan delapan warga meninggal dunia, puluhan mengalami luka-luka, dan lebih dari 2.851 orang terpaksa mengungsi setelah banjir dan longsor melanda 11 kecamatan. Foto yang diterima dari BPBD menunjukkan jalur utama di beberapa desa tertutup timbunan tanah dan pepohonan yang longsor dari perbukitan.
Proses evakuasi
Di Tapanuli Utara, banjir dan longsor merusak sedikitnya 50 rumah dan memutus dua jembatan utama. Salah satu jembatan tampak terputus total setelah tersapu derasnya arus, memaksa warga menggunakan jalur Pangaribuan–Silantom sebagai rute alternatif sementara.
Sementara itu, di Tapanuli Tengah, banjir merendam 1.902 rumah di sembilan kecamatan. Pos pengungsian telah didirikan dan bantuan logistik mulai disalurkan kepada warga, sementara proses pendataan terhadap kerusakan dan jumlah pengungsi masih berlangsung.
Polda Sumut menyampaikan bahwa total 175 warga tercatat sebagai korban dalam serangkaian bencana ini. Dari jumlah tersebut, 34 orang dipastikan meninggal, 52 masih dicari, dan sisanya mengalami luka-luka atau terdampak langsung oleh banjir serta longsor yang terjadi di 12 kabupaten/kota. Hingga saat ini, upaya pencarian masih terkendala tebalnya material longsoran, akses jalan yang terputus, serta gangguan komunikasi di beberapa titik.
BNPB mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di dekat aliran sungai atau lereng perbukitan. Instansi tersebut menegaskan bahwa cuaca ekstrem masih mungkin berlanjut dalam beberapa hari ke depan.
Warga diimbau segera mengungsi apabila hujan deras berlangsung lebih dari satu jam atau muncul tanda-tanda pergerakan tanah di sekitar permukiman. Pendataan resmi masih terus diperbarui, dan jumlah korban bisa bertambah seiring berlanjutnya pencarian di lapangan.