Inflasi tahunan Indonesia naik menjadi 3,55 persen pada Januari

BPS menegaskan bahwa perkembangan inflasi Januari mencerminkan dinamika harga yang berbeda antara tekanan tahunan dan penyesuaian harga jangka pendek, seiring perubahan pola konsumsi dan pergerakan harga di awal tahun.

By
Berdasarkan Indeks Harga Konsumen (IHK), inflasi tahunan Januari 2026 tercatat dengan IHK sebesar 109,75. / Reuters

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tekanan harga di Indonesia meningkat secara tahunan pada Januari 2026, meski pada saat yang sama terjadi penurunan harga secara bulanan. Data resmi menunjukkan inflasi tahunan mencapai 3,55 persen, sementara deflasi tercatat sebesar 0,15 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyampaikan bahwa inflasi secara year-on-year pada Januari 2026 berada di level 3,55 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi tahunan Desember 2025 yang tercatat 2,92 persen.

“Pada Januari 2026, perekonomian Indonesia mengalami inflasi secara tahunan sebesar 3,55 persen,” ujar Ateng saat menyampaikan rilis resmi BPS di Jakarta, Senin.

Di sisi lain, BPS mencatat adanya deflasi sebesar 0,15 persen secara month-to-month pada Januari 2026 dibandingkan Desember 2025. Nilai yang sama juga tercatat untuk inflasi tahun kalender atau year-to-date. Capaian ini menunjukkan pembalikan arah dari kondisi bulan sebelumnya, ketika inflasi bulanan tercatat sebesar 0,64 persen.

Berdasarkan Indeks Harga Konsumen (IHK), inflasi tahunan Januari 2026 tercatat dengan IHK sebesar 109,75. Secara wilayah, Provinsi Aceh mencatatkan inflasi tertinggi sebesar 6,69 persen dengan IHK 114,23, sementara inflasi terendah terjadi di Provinsi Lampung yang tercatat sebesar 1,90 persen dengan IHK 109,71.

Pada tingkat kabupaten dan kota, inflasi tertinggi tercatat di Kota Gunungsitoli sebesar 8,68 persen dengan IHK 116,41. Sebaliknya, inflasi terendah terjadi di Kabupaten Minahasa Selatan, yang tercatat sebesar 0,99 persen dengan IHK 109,67.

Sementara itu, komponen inti mencatatkan inflasi tahunan sebesar 2,45 persen pada Januari 2026. Untuk pergerakan bulanan dan tahun kalender, inflasi komponen inti masing-masing tercatat sebesar 0,37 persen.

BPS menegaskan bahwa perkembangan inflasi Januari mencerminkan dinamika harga yang berbeda antara tekanan tahunan dan penyesuaian harga jangka pendek, seiring perubahan pola konsumsi dan pergerakan harga di awal tahun.