BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Utang luar negeri Indonesia naik, sinyal kepercayaan investor pada SBN melemah
Data Bank Indonesia menunjukkan ULN Indonesia meningkat dari 433,4 miliar dollar AS pada triwulan I 2026 menjadi 439,8 miliar dollar AS pada April 2026.
Utang luar negeri Indonesia naik, sinyal kepercayaan investor pada SBN melemah
permintaan SBN di pasar domestik tercermin melemah di bawah 2,5 kali.

Kenaikan utang luar negeri (ULN) pemerintah Indonesia memicu kekhawatiran baru atas menurunnya minat investor terhadap surat berharga negara (SBN). Kondisi ini mendorong pemerintah semakin bergantung pada pembiayaan global, di tengah tekanan nilai tukar rupiah.

Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai lemahnya permintaan SBN di pasar domestik tercermin dari rasio bid to cover yang turun di bawah 2,5 kali. 

“Investor khawatir dengan risiko nilai tukar yang tinggi, sehingga pemerintah makin mengandalkan global bond,” ujarnya kepada Kompascom, Kamis (18/6/2026).

Menurut Wijayanto, peningkatan porsi utang berdenominasi valuta asing memperbesar risiko fiskal. Pelemahan rupiah secara langsung meningkatkan beban pembayaran utang. Ia memperkirakan depresiasi rupiah tahun ini telah menambah beban utang sekitar Rp150 triliun hingga Rp175 triliun, meski tanpa penarikan pinjaman baru.

TerkaitTRT Indonesia - Utang Indonesia nyaris Rp10.000 triliun, Menkeu: kondisi fiskal masih aman

Ia mendorong pemerintah lebih berhati-hati dalam mengelola utang, termasuk dengan menekan kebutuhan pembiayaan melalui rasionalisasi belanja.

Selain itu, porsi pinjaman dari lembaga multilateral dan bilateral dinilai perlu ditingkatkan, mengingat saat ini sekitar 87 persen pembiayaan masih bergantung pada penerbitan surat utang.

“Pinjaman dari lembaga seperti World Bank atau ADB lebih murah dan fleksibel, serta mendorong tata kelola proyek yang lebih baik,” kata Wijayanto, seperti dikutip Kompascom.

Data Bank Indonesia menunjukkan ULN Indonesia meningkat dari 433,4 miliar dollar AS pada triwulan I 2026 menjadi 439,8 miliar dollar AS pada April 2026. Secara tahunan, pertumbuhannya mencapai 1,9 persen, lebih tinggi dibandingkan 0,8 persen pada triwulan sebelumnya.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyebut kenaikan tersebut terutama dipicu oleh pertumbuhan utang sektor publik di tengah kontraksi sektor swasta yang masih berlanjut.

TerkaitTRT Indonesia - Bank Indonesia catat pertumbuhan utang luar negeri melambat di awal 2026
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi
Jelajahi
Alamtri Indonesia mulai ekspor aluminium ke AS dan Korsel, targetkan penjualan 350.000 ton
WTO tolak sebagian besar gugatan Indonesia atas bea masuk Uni Eropa untuk asam lemak
Indonesia bidik investasi hingga Rp500 triliun lewat pusat keuangan internasional
Indonesia perkuat sinergi ekonomi dengan Selangor Malaysia, bidik sektor bernilai tinggi
Pertamina dan Boeing jajaki pengembangan bahan bakar pesawat berkelanjutan di Indonesia
Redam gejolak global, belanja subsidi energi Indonesia melonjak 44 persen di semester I-2026
BEI buka suara terkait ancaman penurunan status pasar modal Indonesia oleh S&P
Empat perusahaan investasi BUMN resmi dilebur di bawah Mandiri Manajemen Investasi
Indonesia himpun Rp32 triliun dari lelang Surat Berharga Negara, permintaan investor lampaui target
India perkuat kerja sama pertahanan dengan pasok rudal BrahMos ke Indonesia
Indonesia dan India tandatangani 16 kesepakatan, perkuat kemitraan strategis
Indonesia dan Kirgistan perkuat kemitraan ekonomi, sepakati kerja sama industri halal
Rupiah tertekan ke Rp17.995 per dolar AS di tengah sorotan Fitch terhadap ekonomi Indonesia
Tokopedia PHK ribuan usai diakuisisi TikTok, Serikat Buruh minta kejelasan tanggung jawab
IHSG menguat di awal pekan, didorong optimisme global meski tekanan domestik membayangi
Pembangunan kapal selam Scorpene dimulai, Indonesia-Prancis perkuat industri pertahanan
Menyusul Gamsunoro, kapal tanker Pertamina Pride kini bersiap keluar dari Selat Hormuz
Kemkomdigi evaluasi 14 layanan Apple untuk pastikan pelindungan anak digital
Garap komponen katoda baterai, produsen Australia tanam modal Rp5,7 triliun di tanah air
Bidik investasi Rp3.414 triliun, pemerintah ajak pengusaha Australia masuk ke sektor strategis