Penjualan mobil listrik di Eropa ungguli mobil bensin pada Desember
Tesla kembali kehilangan pangsa pasar dari para pesaing seperti BYD asal China dan Volkswagen dari Eropa, seiring adopsi kendaraan listrik yang kian cepat di tengah ketidakpastian kebijakan dan persaingan yang makin ketat.
Penjualan mobil listrik murni pada Desember untuk pertama kalinya melampaui mobil berbahan bakar bensin di Uni Eropa. Hal ini terjadi meskipun para pembuat kebijakan tengah mengusulkan pelonggaran aturan emisi, demikian ditunjukkan data terbaru.
Merek kendaraan listrik asal Amerika Serikat, Tesla, kembali kehilangan pangsa pasar dari para pesaingnya, termasuk BYD dari China dan grup Volkswagen yang menjadi produsen mobil terlaris di Eropa. Data tersebut disampaikan oleh asosiasi industri otomotif Eropa, ACEA, pada Selasa.
Penjualan mobil di seluruh Eropa mencatat pertumbuhan tahunan selama enam bulan berturut-turut. Secara keseluruhan, jumlah registrasi—yang kerap dijadikan indikator penjualan—mencapai volume tertinggi dalam lima tahun terakhir pada 2025, meski masih berada jauh di bawah level sebelum pandemi.
Industri otomotif Eropa saat ini menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari persaingan ketat dengan produsen China, tarif impor Amerika Serikat, hingga kesulitan memenuhi regulasi domestik terkait adopsi kendaraan listrik secara menguntungkan.
Uni Eropa pada Desember lalu mengumumkan rencana untuk membatalkan larangan efektif penjualan mobil bermesin pembakaran internal pada 2035, merespons tekanan dari para produsen mobil yang tengah kesulitan. Kelompok pemerhati transportasi listrik menilai transisi cepat ke kendaraan listrik tetap diperlukan untuk menekan emisi karbon dioksida.
Para analis memperkirakan kendaraan listrik akan terus semakin diminati, meskipun terjadi pelonggaran kebijakan.
Berdasarkan data
Penjualan mobil di Uni Eropa, Inggris, dan negara-negara anggota Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa (EFTA) naik 7,6 persen menjadi 1,2 juta unit pada Desember, serta meningkat 2,4 persen menjadi total 13,3 juta unit sepanjang 2025, menurut data ACEA.
Jumlah registrasi mobil Volkswagen dan Stellantis masing-masing naik 10,2 persen dan 4,5 persen pada bulan tersebut, sementara registrasi Renault justru turun 2,2 persen.
Registrasi Tesla merosot 20,2 persen, sedangkan BYD mencatat lonjakan tajam hingga 229,7 persen.
Total penjualan mobil di Uni Eropa naik 5,8 persen menjadi hampir satu juta unit pada Desember, dan meningkat 1,8 persen menjadi 10,8 juta unit sepanjang tahun.
Pada Desember, registrasi mobil listrik baterai, plug-in hybrid, dan hybrid masing-masing melonjak 51 persen, 36,7 persen, dan 5,8 persen. Ketiganya secara kolektif menyumbang 67 persen dari total registrasi kendaraan di Uni Eropa, naik dari 57,8 persen pada Desember 2024.