BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Indonesia dan China percepat persiapan IDC-CEPA, perkuat ekonomi hijau dan kerja sama AI
Indonesia berkomitmen mempercepat ratifikasi WAICO untuk mendukung ekonomi digital, AI, dan pengembangan talenta digital.
Indonesia dan China percepat persiapan IDC-CEPA, perkuat ekonomi hijau dan kerja sama AI
Indonesia dan China sepakat mempercepat persiapan menuju perundingan IDC-CEPA. / Dok. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian

Indonesia dan China sepakat mempercepat persiapan menuju perundingan Indonesia-China Comprehensive Economic Partnership Agreement (IDC-CEPA) sebagai bagian dari upaya memperluas akses pasar dan memperdalam hubungan ekonomi kedua negara.

Kesepakatan itu menjadi salah satu hasil pertemuan bilateral antara Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Edi Prio Pambudi dan Direktur Jenderal Perdagangan Internasional dan Urusan Ekonomi Kementerian Perdagangan China (MOFCOM) Chen Chao di Beijing pada Senin (26/9).

Pertemuan tersebut juga menjadi bagian dari langkah Indonesia memperkuat kemitraan ekonomi internasional. Dalam RPJMN 2025–2029 yang ditetapkan melalui Perpres Nomor 12 Tahun 2025, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen pada 2029 sehingga kerja sama bilateral, investasi berkualitas, dan kemitraan dengan negara mitra memiliki peran penting.

Hubungan perdagangan kedua negara saat ini cukup besar. China menjadi pasar terbesar bagi ekspor nonmigas Indonesia pada 2025, dengan nilai mencapai $64,82 miliar atau tumbuh 7,11 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada periode yang sama, China dan Hong Kong juga termasuk tiga besar sumber penanaman modal asing di Indonesia, dengan realisasi masing-masing $7,5 miliar dan $10,6 miliar.

Edi mengatakan CEPA diharapkan membangun hubungan ekonomi yang saling melengkapi antara Indonesia dan China.

“Saat ini merupakan momentum yang tepat bagi Indonesia dan China untuk memperkuat hubungan ekonomi melalui CEPA. Kami ingin CEPA mengedepankan kerja sama yang saling melengkapi, bukan saling bersaing, sehingga manfaatnya dirasakan kedua belah pihak,” ungkap Edi.

Pemerintah China menyambut usulan tersebut. Chen Chao menyatakan optimisme bahwa perjanjian tersebut dapat memberikan manfaat bagi pelaku usaha di kedua negara, sementara Indonesia dan China akan menyusun serta memetakan cakupan kerja sama yang nantinya masuk dalam perjanjian.

Selain CEPA, Indonesia dan China membahas kerja sama ekonomi hijau melalui Green Partnership Agreement for Development (GPAD) serta dukungan terhadap World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO). Indonesia berkomitmen mempercepat ratifikasi WAICO untuk mendukung ekonomi digital, AI, dan pengembangan talenta digital.

Kedua pihak juga sepakat memperkuat capacity building bagi ASN Indonesia melalui pelatihan AI, perdagangan digital, teknologi, negosiasi, dan isu global. Kemenko Perekonomian akan menindaklanjutinya melalui pengajuan Letter of Intent (LoI) bersama MOFCOM.

TerkaitTRT Indonesia - China sambut usulan Presiden Prabowo terkait kolaborasi rantai pasok negara anggota BRICS


SUMBER:TRT Indonesia