Indonesia turut ambil bagian dalam latihan militer multinasional bertajuk Partnership of Regional Armies for Growth and Transformation in the Indian Ocean Region (PRAGATI) yang resmi dimulai pada Rabu di Meghalaya, India timur laut. Latihan ini berfokus pada operasi kontra-terorisme di medan semi-pegunungan dan hutan, serta melibatkan berbagai negara di kawasan Indo-Pasifik.
Selain Indonesia, latihan dua pekan ini diikuti oleh pasukan dari Bhutan, Kamboja, Laos, Malaysia, Maladewa, Myanmar, Nepal, Filipina, Seychelles, Sri Lanka, Vietnam, dan India sebagai tuan rumah. Kegiatan ini menjadi ajang kolaborasi militer untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman keamanan bersama.
Kementerian Pertahanan India menyatakan bahwa PRAGATI dirancang sebagai platform untuk mempererat hubungan antar angkatan darat serta mendorong pertukaran pengalaman profesional.
“Latihan ini menyediakan platform bersama bagi negara peserta untuk saling belajar dan membangun hubungan militer yang lebih erat,” demikian pernyataan resmi kementerian itu.
Rangkaian latihan mencakup perencanaan operasi bersama, simulasi taktis di tingkat lapangan, serta operasi terkoordinasi guna meningkatkan kemampuan adaptasi, daya tahan, dan kecakapan tempur prajurit di kondisi medan yang menantang.
Penekanan juga diberikan pada aspek kebugaran fisik, disiplin, dan koordinasi selama menjalankan operasi. India menegaskan bahwa latihan ini dilaksanakan dalam semangat kesetaraan, persahabatan, dan saling menghormati.
Melalui PRAGATI, negara-negara peserta diharapkan dapat memperkuat kerja sama militer profesional sekaligus membangun pendekatan bersama dalam merespons berbagai tantangan keamanan di kawasan.










