BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Rupiah kembali melemah Kamis pagi, dibayangi tekanan The Fed dan sentimen BI
Menurut analis, pelemahan ini dinilai tidak terlepas dari sikap kebijakan moneter Amerika Serikat yang cenderung ketat.
Rupiah kembali melemah Kamis pagi, dibayangi tekanan The Fed dan sentimen BI
FOTO: Salah satu kantor penukaran mata uang (money exchange) di Indonesia.

Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Kamis pagi, mencerminkan tekanan eksternal yang masih kuat di pasar keuangan global. Mata uang Indonesia itu turun 94 poin atau sekitar 0,53 persen ke posisi Rp17.856 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.762.

Pelemahan ini dinilai tidak terlepas dari sikap kebijakan moneter Amerika Serikat yang cenderung ketat. 

Mengutip laporan Antara pagi ini (18/6), Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, mengatakan pernyataan terbaru dari Federal Reserve telah memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama dari perkiraan pasar.

“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah di kisaran Rp17.730 hingga Rp17.810, dipengaruhi keputusan suku bunga The Fed yang tidak berubah serta pernyataan yang hawkish,” ujarnya. 

Ia menambahkan bahwa penguatan indeks dolar AS yang kembali menembus level 100 turut menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Bank sentral AS sebelumnya memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,5 hingga 3,75 persen. 

Keputusan tersebut diambil dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC), yang berlangsung di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi, gangguan pasokan energi, serta ketidakpastian geopolitik akibat konflik di Timur Tengah.

Dalam pernyataannya, The Fed menegaskan komitmennya menjaga kecukupan likuiditas di sistem perbankan guna mendukung stabilitas harga. Sikap ini sekaligus menandakan bahwa pelonggaran kebijakan moneter belum menjadi prioritas dalam waktu dekat.

Dari dalam negeri, pelaku pasar juga mencermati arah kebijakan Bank Indonesia. Rully memperkirakan bank sentral akan menahan suku bunga acuan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang dijadwalkan berlangsung siang ini, meskipun peluang kenaikan suku bunga masih terbuka pada bulan berikutnya.

Kombinasi faktor global dan domestik tersebut membuat pergerakan rupiah masih rentan terhadap tekanan, terutama di tengah dinamika pasar keuangan internasional yang belum stabil.

TerkaitTRT Indonesia - Rupiah menguat di awal pekan, sentimen perdamaian AS-Iran dorong optimisme pasar
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi
Jelajahi
Pemerintah siapkan strategi fiskal jaga harga BBM bersubsidi hingga akhir tahun
Investasi hilirisasi Indonesia capai Rp480 triliun hingga September 2026
Indonesia-Kamerun dan Afrika Tengah perkuat kemitraan ekonomi senilai $60 juta
Konsensus tipis ekonom perkirakan Bank Indonesia tahan suku bunga acuan di tengah gejolak pasar
Pasar saham dan rupiah perlahan bangkit usai ancaman pembekuan dari MSCI
Dua tahun Prabowo-Gibran, Danantara perluas hilirisasi melalui 26 proyek senilai Rp225 triliun
Indonesia-Timor Leste perluas kerja sama ekonomi dengan perjanjian investasi bilateral
Indonesia-Rusia dorong perluasan akses pasar melalui Perjanjian Perdagangan Bebas I-EAEU
Kemenperin dan Rusia petakan lima sektor prioritas untuk perkuat kerja sama industri bilateral
Indonesia mulai pertukaran data pajak kripto lintas negara pada 2027
Langkah MSCI pangkas status Indonesia bayangi pasar, ancam arus modal dan rupiah
MSCI ancam hapus Indonesia dari indeks global, IHSG dan rupiah anjlok
IHSG anjlok terparah sejak 1998 usai MSCI gagas penurunan status ke pasar 'standalone'
Indonesia targetkan potensi ekspor $60,5 miliar di empat pasar utama
Indonesia dan Yunani gelar pertemuan JCEC perdana, perluas perdagangan dan investasi bilateral
IMF proyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,1 persen di tengah tekanan global
Emas dunia turun ke $4.168, rupiah melemah dan IHSG mendekati level 5.900
OJK beri peringatan keras soal risiko aset digital dan AI terhadap stabilitas perbankan
Gubernur BI beberkan strategi jaga rupiah dan kurangi ketergantungan dolar AS
Harga minyak mentah Indonesia naik 26,1 persen, tembus $112,81 per barel