Pernyataan tersebut disampaikan seiring penunjukan Indonesia sebagai negara mitra (partner country) dalam ajang INNOPROM 2026 yang akan digelar di Yekaterinburg, Rusia, pada Juli 2026. Faisol menegaskan bahwa komitmen kerja sama tidak boleh berhenti pada tahap diskusi semata.
“Kami ingin memastikan seluruh potensi kerja sama yang telah dibahas tidak berhenti pada tataran komitmen,” ujarnya, Senin (11/5).
Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuannya dengan Wakil Menteri Perdagangan dan Perindustrian Rusia Vladimirovich Gruzdev, di sela Indonesia–Russia Business and Investment Forum 2026 di Saint Petersburg.
Forum tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin pada 13 April 2026, yang menegaskan penguatan hubungan kedua negara di berbagai sektor prioritas.
Data perdagangan menunjukkan nilai transaksi nonmigas Indonesia–Rusia mencapai sekitar 4,04 miliar dolar AS hingga Oktober 2025, dengan tren pertumbuhan stabil sejak 2020.
Faisol menekankan perlunya percepatan kerja sama di sektor-sektor strategis seperti manufaktur, galangan kapal, petrokimia, hingga farmasi dan alat kesehatan. Menurutnya, kerja sama tersebut harus bersifat terukur dan berkelanjutan.
Kedua negara juga sepakat mempercepat implementasi Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia–Uni Ekonomi Eurasia (I–EAEU FTA) yang ditargetkan mulai berlaku tahun depan. Kesepakatan ini diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas dan meningkatkan volume perdagangan.
Selain itu, kerja sama juga diarahkan melalui forum multilateral seperti BRICS Centre for Industrial Competences (BCIC) yang dinilai penting untuk mendukung transformasi industri dan pengembangan sumber daya manusia.
Faisol menambahkan, partisipasi Indonesia dalam INNOPROM 2026 harus dimanfaatkan untuk memperkuat investasi, kemitraan industri, serta transfer teknologi yang berdampak pada daya saing industri nasional.
INNOPROM sendiri merupakan pameran industri internasional yang mempertemukan pelaku usaha dan pembeli dari berbagai negara. Sebelum digelar di Rusia, ajang ini juga berlangsung di Tashkent, Uzbekistan, pada April 2026, dan akan dilanjutkan di Minsk, Belarus, pada September 2026.


















