Pemukim Israel ilegal pada hari Kamis (12/3) membakar pintu masuk sebuah masjid di desa Duma, selatan Nablus di Tepi Barat yang diduduki, dan menyemprotkan slogan-slogan berbahasa Ibrani di dindingnya, menurut sumber-sumber Palestina.
Aktivis anti-pemukiman Suleiman Dawabsheh kepada Anadolu mengatakan bahwa sekelompok pemukim Israel menyusup ke desa itu sebelum fajar dan membakar masjid tersebut.
Warga dengan cepat memadamkan api dengan bantuan tim dari Pertahanan Sipil Palestina sebelum api sempat menyebar ke dalam bangunan, tambahnya.
Dawabsheh mengatakan bahwa kebakaran merusak pintu masuk masjid, sementara asap menyebar ke dalam ruang shalat, menyebabkan kerusakan pada fasad interior dan karpet-karpet shalat.
Ia menambahkan bahwa para pemukim menulis slogan-slogan Ibrani di dinding luar masjid.
Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina mengecam apa yang digambarkannya sebagai meningkatnya jumlah upaya pembakaran masjid di Tepi Barat yang diduduki selama bulan suci umat Muslim Ramadan.
Dalam sebuah pernyataan, kementerian mengatakan serangan terhadap masjid itu adalah 'upaya untuk menodai situs-situs suci Islam selama Ramadan'.
Sejak Israel memulai perang genosida terhadap Gaza pada Oktober 2023, serangan oleh pemukim Israel terhadap kota-kota dan desa-desa Palestina di Tepi Barat yang diduduki meningkat.
Menurut data resmi Palestina, serangan-serangan ini telah menewaskan 1,125 warga Palestina, melukai sekitar 11,700 lainnya, dan menyebabkan penangkapan sekitar 22,000 orang.












