97 sekolah di Sumatera masih gunakan kelas darurat 3 bulan pasca bencana
Kementerian terkait juga menyebut sebanyak 4.922 sekolah telah kembali menyelenggarakan pembelajaran dengan sebagian besar siswa sudah belajar di sekolah mereka sendiri.
Meski sebagian besar sekolah di wilayah Sumatera yang terdampak bencana telah kembali menjalankan kegiatan belajar mengajar, Kementerian mengatakan bahwa sebanyak 97 sekolah masih mengandalkan fasilitas sementara sambil menunggu proses pemulihan selesai.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, mengatakan dari ribuan sekolah yang terdampak, hampir seluruhnya telah kembali beroperasi di lokasi masing-masing. Namun, sebagian kecil masih menggunakan Ruang Kelas Darurat (RKD) atau menumpang di sekolah lain.
“Sebanyak 4.922 sekolah, sebagian besar sudah bersekolah di tempatnya masing-masing. Di mana yang menggunakan ruang kelas darurat sekitar 97 sekolah, sisanya 22 masih menumpang di sekolah yang lain,” kata Fajar di Plaza Insan Berprestasi, Kamis (5/3), dikutip oleh RRI.
Sekolah yang masih menggunakan RKD umumnya berada di daerah yang terdampak cukup parah, sehingga proses pemulihan fasilitas pendidikan memerlukan waktu lebih lama.
Fajar mengatakan pemerintah berupaya mempercepat pemulihan agar kegiatan belajar dapat kembali berlangsung di ruang kelas permanen dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) juga menggandeng TNI Angkatan Darat untuk mempercepat rehabilitasi sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan berat di Aceh dan wilayah lain di Sumatra.
Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat, Rachmad Zulkarnaen, mengatakan keterlibatan TNI AD merupakan bagian dari program yang diinisiasi pimpinan Angkatan Darat untuk membantu mempercepat perbaikan fasilitas pendidikan.
“Harapannya adik-adik kita di sana pada tahun ajaran baru nanti sudah bisa kembali belajar. Mereka bisa kembali belajar di sekolah yang layak,” ujar Rachmad.