8.000 prajurit disiapkan, Indonesia targetkan kesiapan misi Gaza pada Juni 2026
Sebanyak 8.000 prajurit Tentara Nasional Indonesia disiapkan untuk kemungkinan misi perdamaian dan kemanusiaan di Gaza. Kesiapan ditargetkan rampung pada Juni 2026 sambil menunggu keputusan politik pemerintah.
Juru bicara militer Brigjen Donny Pramono menyatakan struktur pasukan dan jadwal persiapan penugasan telah difinalisasi. Meski demikian, pengiriman personel masih menunggu persetujuan resmi pemerintah serta mekanisme internasional.
Menurutnya, sekitar 8.000 personel disiapkan dalam bentuk brigade gabungan berdasarkan hasil rapat perencanaan pada 12 Februari. Pasukan disebut siap diberangkatkan dalam waktu singkat apabila keputusan politik telah diambil.
Sepanjang Februari, personel menjalani pemeriksaan kesehatan dan kelengkapan administrasi. Peninjauan kesiapan pasukan dijadwalkan pada akhir bulan. Sekitar 1.000 personel ditargetkan siap sebagai tim awal pada April, sementara keseluruhan pasukan diharapkan siap pada Juni.
Namun, kesiapan tersebut tidak otomatis berarti pasukan akan diberangkatkan. Penugasan tetap bergantung pada keputusan pemerintah serta kesepakatan internasional yang mengatur misi di wilayah konflik.
Fokus pada misi kemanusiaan
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menegaskan peran Indonesia di Gaza akan bersifat kemanusiaan, meliputi perlindungan warga sipil, layanan kesehatan, serta dukungan rekonstruksi. Personel Indonesia tidak akan terlibat dalam operasi tempur maupun konfrontasi bersenjata.
Indonesia disebut menjadi negara pertama yang menyatakan kesiapan mengirim pasukan untuk misi keamanan dalam inisiatif Board of Peace yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk rekonstruksi Gaza pascaperang.
Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia selama ini aktif mendukung perjuangan Palestina dan penyaluran bantuan kemanusiaan ke Gaza, termasuk pembangunan fasilitas kesehatan. Indonesia juga memiliki pengalaman panjang dalam misi penjaga perdamaian internasional dan tercatat sebagai salah satu kontributor utama dalam berbagai operasi Perserikatan Bangsa-Bangsa.