Partai Nasionalis Bangladesh akan bentuk pemerintahan pada Minggu, piagam Juli diterapkan bertahap
BNP meraih 209 kursi dalam pemungutan suara Kamis, sementara pesaing utamanya, blok yang dipimpin Jamaat-e-Islami, memenangkan 77 kursi.
Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) menyatakan akan membentuk pemerintahan baru pada Minggu, setelah memenangkan pemilu pertama sejak pemberontakan rakyat Juli 2024 yang menggulingkan pemerintahan Sheikh Hasina.
“Ini akan menjadi pemerintahan BNP. Pemerintah akan dibentuk pada 15 Februari. BNP akan masuk parlemen bersama semua partai,” kata Sekretaris Jenderal partai Mirza Fakhrul Islam Alamgir kepada wartawan pada Jumat saat mengunjungi daerah pemilihannya di distrik Thakurgaon, wilayah barat laut.
“Isu-isu yang ditandatangani BNP dalam Piagam Juli terkait reformasi akan dilaksanakan secara bertahap,” tambahnya.
Pemilih Bangladesh juga menyetujui reformasi demokrasi besar-besaran melalui referendum nasional. Referendum tersebut berlangsung bersamaan dengan pemilu parlemen pada Kamis.
Menurut komisi pemilu, 60,2 persen pemilih mendukung paket reformasi tersebut.
Piagam Juli
Dokumen panjang yang dikenal sebagai “Piagam Juli”—mengacu pada bulan dimulainya pemberontakan yang menjatuhkan Hasina—mengusulkan pembatasan masa jabatan perdana menteri, pembentukan majelis tinggi parlemen, penguatan kekuasaan presiden, serta peningkatan independensi peradilan.
Dokumen itu juga mencakup peningkatan keterwakilan perempuan di parlemen serta pemilihan wakil ketua parlemen dan ketua komite parlemen dari kalangan oposisi.
Pertanyaan dalam referendum menyebutkan bahwa persetujuan atas piagam tersebut akan menjadikannya “mengikat bagi partai-partai yang menang” dalam pemilu, sehingga mewajibkan mereka untuk mendukungnya.
Ali Riaz, wakil ketua Komisi Konsensus yang memimpin serangkaian perundingan panjang dengan berbagai partai untuk menyepakati piagam tersebut, menyambut baik hasil referendum.
“Melalui suara ‘ya’, rakyat Bangladesh telah dengan jelas menyatakan keinginan mereka untuk reformasi,” ujarnya kepada AFP.
“Tanggung jawab kini berada di tangan partai-partai politik untuk melaksanakan reformasi ini. Kami sangat berharap mereka akan menghormati mandat rakyat dan menegakkan piagam tersebut.”
Ketua BNP Tarique Rahman diperkirakan menjadi kandidat perdana menteri dari partai tersebut.
Ia menjadi pemimpin partai setelah wafatnya sang ibu sekaligus perdana menteri perempuan pertama Bangladesh, Khaleda Zia, pada Desember.
Sesuai konstitusi, sebuah partai memerlukan 151 kursi dari total 300 kursi parlemen untuk membentuk pemerintahan.
BNP sendiri berhasil meraih 209 kursi dalam pemungutan suara Kamis. Pesaing utamanya, blok yang dipimpin Jamaat-e-Islami, memenangkan 77 kursi.