Karyawan Freeport tewas ditembak di area tambang Grasberg Papua

Pengamanan juga diperketat di seluruh wilayah operasi Freeport, mulai dari kawasan dataran rendah di Timika hingga area tambang di dataran tinggi seperti Tembagapura dan Grasberg.

By
Otoritas keamanan mengatakan penyelidikan masih berlangsung untuk mengidentifikasi pelaku penembakan. / Arsip Reuters

Seorang karyawan perusahaan tambang PT Freeport Indonesia dilaporkan tewas setelah terkena tembakan di kawasan tambang Grasberg, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, pada Rabu pagi sekitar pukul 08.30 waktu setempat.

Insiden terjadi saat korban bersama rekannya yang berada di dalam kendaraan pick-up dan sedang menuju area kerja untuk melakukan pemeriksaan di lokasi bekas tambang terbuka Grasberg.

Menurut aparat kepolisian, korban terkena tembakan yang menembus dari satu sisi telinga ke sisi lainnya. Rekannya selamat setelah segera melompat keluar dari kendaraan saat mendengar suara tembakan, meskipun mengalami luka lecet di telapak tangan.

Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit AEA Tembagapura untuk penanganan lebih lanjut.

Otoritas keamanan mengatakan penyelidikan masih berlangsung untuk mengidentifikasi pelaku penembakan. Ketika ditanya mengenai kemungkinan keterlibatan kelompok bersenjata Papua, polisi menyatakan proses investigasi masih berjalan.

“Kami telah menerima laporan mengenai penembakan yang menewaskan seorang karyawan Freeport, dan saat ini personel kami sedang melakukan penyelidikan untuk menemukan pelakunya,” ujar Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz, Faizal Rahmadani.

Menanggapi insiden tersebut, Satuan Tugas Amole yang bertanggung jawab atas pengamanan aset vital perusahaan langsung mengerahkan tambahan personel ke wilayah pegunungan sekitar tambang Grasberg.

Pengamanan juga diperketat di seluruh wilayah operasi Freeport, mulai dari kawasan dataran rendah di Timika hingga area tambang di dataran tinggi seperti Tembagapura dan Grasberg.

Ketegangan keamanan di sekitar wilayah tambang juga sempat meningkat sebelumnya. Pada Februari lalu, seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia dilaporkan tewas ditembak oleh kelompok bersenjata di kawasan Mile 50, Distrik Tembagapura, saat melakukan perjalanan dari Timika menuju Tembagapura. Dalam serangan tersebut, tiga senjata api dilaporkan dibawa kabur oleh kelompok penyerang.