Indonesia desak AS dan Israel hentikan serangan ke Iran, minta Teheran tak sasar negara Teluk

Di tengah memanasnya konflik Timur Tengah, Indonesia menyerukan penghentian serangan militer AS dan Israel terhadap Iran serta meminta Teheran menahan diri agar tidak menargetkan negara-negara Teluk.

By
Ketegangan meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari. / AP

Seruan tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia pada Senin, yang menekankan pentingnya semua pihak mematuhi hukum internasional di tengah meningkatnya eskalasi konflik kawasan.

“Indonesia menegaskan kembali kewajiban semua pihak untuk menjunjung prinsip-prinsip hukum internasional, khususnya larangan penggunaan kekuatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah suatu negara,” demikian pernyataan resmi kementerian tersebut.

Evakuasi WNI dari Iran

Di saat yang sama, proses evakuasi warga negara Indonesia dari Iran juga terus dilakukan. Seorang pejabat kementerian mengatakan kepada Jakarta Globe bahwa 32 WNI yang telah dievakuasi diperkirakan tiba di Jakarta pada Selasa.

Sebelumnya mereka telah mencapai Baku, ibu kota Azerbaijan, untuk menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum melanjutkan perjalanan kembali ke Tanah Air.

Langkah evakuasi ini dilakukan seiring meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah yang juga mendorong sejumlah negara Asia lain memulangkan warganya dari Iran.

Negara Asia lain juga lakukan evakuasi

Menurut laporan Yonhap News Agency, Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun melakukan pembicaraan telepon dengan Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani.

Dalam percakapan tersebut, Cho meminta kerja sama untuk memastikan stabilitas pasokan energi bagi Korea Selatan serta keselamatan warga negaranya di tengah konflik.

Ia juga menyampaikan keprihatinan atas dampak serangan terhadap warga sipil, fasilitas publik, dan infrastruktur energi di Qatar serta negara-negara Teluk lainnya.

Beberapa negara Asia lainnya juga melakukan langkah serupa. Inquirer Global Nation melaporkan Philippines telah mengevakuasi 11 warganya dari Iran, sementara Malaysia dan Thailand turut mengoordinasikan proses pemulangan warga mereka.

Pemerintah Japan juga berencana mengoperasikan penerbangan charter dari Riyadh, ibu kota Saudi Arabia, serta dari Dubai di United Arab Emirates untuk membantu evakuasi.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow menyambut kedatangan kelompok pertama yang terdiri dari 29 warga Thailand yang dievakuasi dari Iran melalui Türkiye dan tiba dengan selamat di Suvarnabhumi Airport pada Minggu.

Operasi pemulangan tersebut masih berlangsung. Kelompok kedua berjumlah 23 orang dijadwalkan tiba pada 10 Maret, disusul sekitar 75 warga lainnya—sebagian besar mahasiswa—yang akan melakukan perjalanan darat dari Tehran dan Qom menuju perbatasan Türkiye sebelum diterbangkan kembali ke Thailand.