Vietnam akan hentikan kereta di jalur turistik “Railway Cafe Street” demi keselamatan, penataan kota

Pemerintah Kota mengusulkan penghentian kereta penumpang di jalur railway cafe street demi keselamatan, sekaligus menyiapkan penataan dan konservasi kawasan bersejarah di pusat kota.

By
Wisatawan mengunjungi Hanoi Cafe Train Street, salah satu destinasi wisata terkenal di Hanoi, Vietnam, 3 September 2025. REUTERS/Athit Perawongmetha / Reuters

Pemerintah Kota Hanoi, Vietnam telah mengajukan rencana penghentian sementara layanan kereta penumpang di jalur rel yang melintasi kawasan wisata populer yang dikenal sebagai railway cafe street, lokasi deretan kafe yang berdiri sangat dekat dengan jalur kereta aktif di pusat kota.

Melansir laporan kantor berita Viet Nam News (VNS), dokumen terbaru yang dikirimkan kepada Kementerian Konstruksi, Komite Rakyat Kota Hanoi mengusulkan penyesuaian layanan penumpang pada segmen jalur nasional antara Stasiun Hanoi dan Stasiun Gia Lam. 

Berdasarkan skema tersebut, kereta penumpang dari arah selatan akan berakhir di Stasiun Hanoi, sementara layanan dari arah utara hanya sampai di Stasiun Gia Lam. Perpindahan penumpang antara dua stasiun akan dikelola oleh otoritas konstruksi dan transportasi kota.

Jika rencana ini diterapkan, tidak akan ada lagi kereta penumpang yang melintas di jalur antara Stasiun Hanoi dan Stasiun Long Bien—area padat penduduk tempat jalur rel membelah kawasan kafe yang ramai dikunjungi wisatawan.

Pemerintah kota juga meminta agar pengelolaan infrastruktur jalur kereta nasional pada segmen Gia Lam–Hanoi diserahkan kepada pemerintah daerah paling lambat kuartal II 2026, menurut laporan VNS.

Kekhawatiran serius soal keselamatan

Kawasan railway cafe street, yang sebagian besar berada di wilayah Kham Thien dan Phung Hung di Distrik Hoan Kiem, dalam beberapa tahun terakhir menjelma menjadi salah satu lokasi paling sering difoto di Hanoi. 

Popularitasnya melonjak seiring beredarnya video wisatawan yang menikmati kopi hanya beberapa sentimeter dari kereta yang melintas. Ketenaran wilayah tersebut juga memicu kekhawatiran serius soal keselamatan. 

Otoritas setempat menegaskan bahwa kafe-kafe tersebut beroperasi di lahan yang seharusnya menjadi koridor keselamatan perkeretaapian, tempat kegiatan pembangunan dan komersial dilarang. 

Pada jam-jam sibuk, wisatawan kerap memenuhi rel untuk berfoto, menghambat jalur kereta dan menciptakan risiko tinggi saat kereta melintas.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah kota telah berulang kali menggelar operasi penertiban, termasuk menutup sementara kafe dan membubarkan pengunjung menjelang kedatangan kereta.

Namun, langkah-langkah tersebut dinilai sulit dipertahankan karena usaha-usaha kembali beroperasi setelah inspeksi selesai dan arus wisatawan terus berdatangan akibat popularitas daring kawasan tersebut, sebut VNS dalam laporannya.

Pemerintah kota menyatakan bahwa usulan ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang untuk melindungi dan meningkatkan nilai sejarah serta budaya koridor rel, terutama di sekitar Jembatan Long Bien yang ikonik dan juga dilintasi jalur kereta. 

Hanoi saat ini bekerja sama dengan badan ekonomi Kedutaan Besar Prancis dalam proyek bantuan teknis untuk mengkaji opsi renovasi jembatan, dengan fokus pada keselamatan lalu lintas dan pelestarian warisan budaya.