ASIA
2 menit membaca
Vietnam perketat pengawasan rokok elektronik dan tembakau panas, denda bisa sampai Rp13 juta
Vietnam memperketat aturan penggunaan rokok elektronik dan tembakau panas, dengan denda hingga jutaan bagi individu dan dua kali lipat bagi organisasi untuk menekan risiko kesehatan publik yang kian meningkat.
Vietnam perketat pengawasan rokok elektronik dan tembakau panas, denda bisa sampai Rp13 juta
Rokok elektronik sekali pakai yang terbuat dari tembakau. / Reuters
2 jam yang lalu

Pemerintah Vietnam memperketat pengawasan terhadap penggunaan rokok elektronik dan produk tembakau panas dengan memberlakukan denda yang lebih berat, seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap dampaknya bagi kesehatan publik, khususnya di kalangan anak muda.

Melansir laporan kantor berita Vietnam VNS, melalui keputusan Decree 371 yang baru diterbitkan, individu yang kedapatan menggunakan rokok elektronik atau tembakau panas kini dapat dikenai denda sebesar VND3 juta hingga VND5 juta (sekitar Rp2 juta - 3.5 juta). 

Otoritas juga akan diberi kewenangan untuk menyita dan memusnahkan produk yang melanggar ketentuan tersebut. Aturan ini tidak hanya menyasar pengguna, tetapi juga pihak yang menyediakan tempat bagi aktivitas tersebut. 

Pemilik atau pengelola lokasi yang membiarkan orang lain menggunakan rokok elektronik atau tembakau panas di area yang berada di bawah kendali mereka dapat dikenai denda antara VND5 juta hingga VND10 juta (Sekitar Rp3.5 juta - 6.5 juta).

Sementara sanksi untuk organisasi menghadapi hukuman dua kali lipat. Dalam kasus penyediaan tempat, denda bagi badan usaha atau institusi dapat mencapai VND20 juta (sekitar Rp13 juta).

Dalam regulasi baru ini, rokok elektronik didefinisikan sebagai perangkat yang memanaskan cairan—dengan atau tanpa kandungan nikotin—untuk menghasilkan aerosol yang dihirup. Sementara itu, produk tembakau panas merujuk pada perangkat yang memanaskan tembakau yang telah diproses khusus tanpa melalui proses pembakaran.

Pemerintah Vietnam menegaskan, pengetatan aturan ini dilakukan di tengah pesatnya penyebaran produk tembakau alternatif, yang dinilai membawa risiko kesehatan baru dan semakin populer di kalangan generasi muda.

TerkaitTRT Indonesia - Remaja yang nge-vape lebih mungkin jadi perokok dan menghadapi risiko kesehatan lebih tinggi: studi
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi