ASIA
2 menit membaca
Menkes sebut kenaikan iuran BPJS tak sentuh kelompok miskin, tegaskan prinsip asuransi sosial
Pemerintah menilai kenaikan iuran BPJS Kesehatan tidak berdampak pada kelompok miskin, kebijakan ini berisiko menekan kelas menengah dan atas.
Menkes sebut kenaikan iuran BPJS tak sentuh kelompok miskin, tegaskan prinsip asuransi sosial
Arsip: Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin. (Foto: BPMI Setpres)

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan tidak akan berdampak pada kelompok miskin karena seluruh pesertanya ditanggung pemerintah melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI JKN).

“Kenaikan iuran tidak ada pengaruhnya sama sekali kepada masyarakat miskin, karena dibayari oleh pemerintah,” ujar Budi di Jakarta, Rabu (25/02).

Ia menjelaskan BPJS Kesehatan saat ini menghadapi potensi defisit tahunan sekitar Rp20–30 triliun. Pemerintah menutup kekurangan tersebut dengan alokasi anggaran sekitar Rp20 triliun, namun situasi ini dinilai tidak berkelanjutan. 

“Defisit itu terasa lewat penundaan pembayaran ke rumah sakit, sehingga operasional mereka terganggu. Itu sebabnya perlu perubahan struktural,” katanya dikutip oleh Antara.

TerkaitTRT Indonesia - Pemerintah tunda kenaikan iuran BPJS Kesehatan hingga ekonomi stabil di atas 6 persen

Prinsip asuransi sosial

Menurut Budi, kenaikan tarif juga tidak memengaruhi peserta Desil 1–5 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional karena mereka termasuk PBI JKN. 

Ia menekankan prinsip asuransi sosial, di mana kelompok mampu mensubsidi kelompok kurang mampu. “Yang bayarnya Rp42.000 sebulan, kelas menengah ke atas seharusnya bisa. Beli rokok saja lebih dari itu,” ujarnya.

Melansir laporan Antara pada pagi ini, kekhawatiran juga datang dari Ketua Umum Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia Agung Nugroho, yang menilai kenaikan iuran berisiko meningkatkan tunggakan dan jumlah peserta nonaktif. 

“Jika iuran naik, banyak keluarga menyesuaikan pengeluaran. Risiko akhirnya adalah kehilangan jaminan kesehatan saat paling dibutuhkan,” katanya.

Ia menambahkan kelompok miskin relatif terlindungi oleh PBI JKN dan kelompok kaya mampu menyerap kenaikan biaya, sementara kelas menengah—terutama pekerja sektor informal—berada pada posisi paling rentan. 

TerkaitTRT Indonesia - Prabowo tunjuk Prihati Pujowaskito sebagai dirut BPJS Kesehatan periode 2026–2031
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi
Jelajahi
Indonesia kaji ulang bebas visa ASEAN usai penggerebekan markas judi online di Jakarta
7 WNI tewas dalam kecelakaan kapal di perairan Malaysia, 7 masih hilang
Prabowo saksikan penyelamatan kekayaan negara Rp10,27 triliun dan 2,37 juta hektare kawasan hutan
Eks Mendikbud Nadiem dituntut 18 tahun penjara atas kasus pengadaan Chromebook
Satgas Kehutanan tangkap 7 WNA China terkait penambangan emas ilegal di Papua Tengah
Antisipasi Hantavirus: Pemerintah RI siagakan 51 balai karantina, perketat skrining kedatangan
Menkeu Purbaya targetkan ekonomi RI tumbuh di atas 5,5 persen hingga kuartal IV
14 WNI hilang usai kapal migran tenggelam di Perairan Malaysia
Banjir melanda delapan wilayah di Sulawesi Tenggara, 8.616 warga terdampak
TNI AU tingkatkan kemampuan perang siber hadapi ancaman digital modern
14 masih hilang usai kapal migran dari Indonesia tenggelam di perairan Malaysia
Misinformasi terkait vaksin picu lonjakan kasus campak di Indonesia
Gudang bahan kimia di Jakarta Barat terbakar, ledakan beruntun terdengar
Asia bersiap menghadapi gelombang kedua guncangan energi akibat perang Iran
TNI AL terima KRI Canopus-936, perluas kapasitas penyelamatan kapal selam
Ratifikasi kesepakatan berbagi minyak ASEAN ditargetkan rampung sebelum KTT ke-49
Presiden Prabowo tingkatkan akses telekomunikasi digital di Pulau Miangas
Mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra dibebaskan dari penjara dengan pembebasan bersyarat
China jatuhkan hukuman mati bersyarat kepada dua mantan menteri pertahanan karena korupsi
Presiden Prabowo ajak ASEAN percepat jaringan energi dan ketahanan pangan kawasan