BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Presiden Prabowo luncurkan PLTS 100 GWp, perkuat transisi energi nasional
Pemerintah juga memperkirakan program ini mendorong investasi pembangkit, baterai, jaringan listrik, serta industri solar PV dalam negeri.
Presiden Prabowo luncurkan PLTS 100 GWp, perkuat transisi energi nasional
Pemerintah menyiapkan PLTS Terpadu di 39 lokasi wilayah 3T senilai Rp450,2 miliar untuk 4.259 rumah tangga. / Dok. PLN

Presiden Prabowo Subianto akan meluncurkan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 GWp di Gilimanuk, Jembrana, Bali, pada Selasa (25/8). Program ini menjadi bagian dari prioritas pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pembangunan 100 GWp PLTS ditargetkan rampung pada 2029. Program tersebut diperkirakan dapat menghemat biaya listrik hingga Rp73,9 triliun per tahun.

“Presiden telah menginstruksikan agar pembangunan 100 GWp PLTS dipercepat dan diselesaikan pada 2029, dengan efisiensi biaya listrik diperkirakan mencapai Rp73,9 triliun per tahun. Pada 2026, pemerintah menargetkan pembangunan 30 GWp PLTS sekaligus penghentian 13 GW pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD),” ujar Prasetyo.

Pembangunan akan dilakukan bertahap dengan kapasitas 17 GWp pada tahap pertama, 18 GWp tahap kedua, dan 30 GWp tahap ketiga. Indonesia memiliki potensi energi surya sekitar 3.294 GWp, sementara kapasitas terpasang hingga April 2026 baru sekitar 1,5 GWp.

Dorong investasi hijau

Sepanjang 2025, pemerintah membangun 15 pembangkit EBT senilai Rp103,3 miliar, terdiri atas 12 PLTS dan tiga PLTMH. Fasilitas tersebut melayani 1.831 kepala keluarga dan 131 fasilitas umum.

Pada 2026, pemerintah menyiapkan PLTS Terpadu di 39 lokasi wilayah 3T senilai Rp450,2 miliar untuk 4.259 rumah tangga. Tiga PLTMH senilai Rp50,4 miliar juga akan melayani 464 rumah tangga.

Program Listrik Desa telah menjangkau 1.403 lokasi di 36 provinsi, sementara 220.845 rumah tangga tidak mampu telah menerima bantuan pemasangan listrik baru melalui BPBL.

Pemerintah juga memperkirakan program ini mendorong investasi pembangkit, baterai, jaringan listrik, serta industri solar PV dalam negeri. RUPTL 2025–2034 diproyeksikan menciptakan sekitar 1,7 juta lapangan kerja, termasuk lebih dari 760 ribu green jobs.

“Pemerintah memastikan pembangunan PLTS 100 GWp akan terus dikawal secara bertahap dan terukur, sejalan dengan komitmen mewujudkan Indonesia yang lebih mandiri, tangguh, dan kompetitif di bidang energi,” kata Prasetyo.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia berpeluang jadi pemimpin energi terbarukan di Asia Tenggara lewat program PLTS 100 GW



SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
PT Timah perluas ekspor ke Filipina dan Inggris, bidik Timur Tengah pada 2027
Kemendag dorong UMKM tingkatkan ekspor ke pasar global memanfaatkan teknologi AI
Penerapan B50 hemat devisa negara hingga Rp170 triliun, pangkas impor solar secara signifikan
Pemerintah ambil alih saham pengelola kereta Whoosh, utang direstrukturisasi hingga 80 tahun
Indonesia dan Australia mulai evaluasi total perjanjian kerja sama ekonomi IA-CEPA
Pemerintah perluas inklusi keuangan melalui penyediaan rekening bagi masyarakat
Kemenkeu pastikan siap tanggung utang Kereta Cepat Whoosh tanpa investor luar
Cadangan devisa naik $146,5 miliar pada Agustus 2026, BI: Ketahanan eksternal tetap solid
Ekspor sawit dorong kinerja perdagangan RI, nilai non migas tembus $160 miliar
Industri galangan kapal Indonesia jadi sasaran investasi perusahaan Korea Selatan
Indonesia bidik investor Jepang, percepat pembangunan infrastruktur nasional
Prabowo dorong Danantara dan Rusia biayai proyek strategis
BI guyur insentif likuiditas demi dongkrak kredit perbankan
Kadin Indonesia-Singapura perkuat kerja sama akses UMKM ke pasar ASEAN
Setengah dari pasokan minyak dunia berasal dari kawasan konflik
Neraca perdagangan Indonesia surplus $3,70 miliar hingga Juli 2026
Indonesia tawarkan 32 proyek strategis senilai Rp207 triliun ke investor Jepang
Penyaluran biodiesel B50 di Indonesia capai 80 persen, targetkan 100 persen pada Oktober
Indonesia dan Cili dorong perdagangan dua arah melalui IC-CEPA
Kemen ESDM resmikan proyek gasifikasi batubara di Kutai Timur demi tekan impor