Gunung Semeru di Jawa Timur kembali mengalami erupsi pada Selasa (26/5), mengeluarkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 1.000 meter di atas puncak dan mendorong otoritas vulkanologi Indonesia memperingatkan warga terhadap potensi awan panas serta aliran lahar di sejumlah kawasan rawan.
Menurut laporan resmi Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), letusan tercatat pada pukul 06.28 WIB. Kolom abu terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat hingga barat daya.
Data seismik menunjukkan aktivitas erupsi terekam dengan amplitudo maksimum 17 milimeter dan durasi gempa letusan sekitar 1 menit 49 detik. Hingga kini, status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga.
Dalam laporan pengamatan periode 06.00–12.00 WIB yang dipantau petugas Pos Pengamatan Gunung Api Semeru, Mukdas Sofian, gunung setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut itu terlihat jelas hingga tertutup kabut level 0–III.
Aktivitas kegempaan selama periode pemantauan mencatat 12 kali gempa letusan atau erupsi. Selain itu, tercatat tiga kali gempa hembusan dengan amplitudo 2–6 milimeter dan lama kejadian antara 38–99 detik.
Badan Geologi menegaskan larangan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari pusat erupsi. Warga juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di kawasan tersebut karena potensi perluasan awan panas dan aliran lahar yang diperkirakan dapat menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak.
Peringatan serupa disampaikan untuk wilayah aliran sungai dan lembah yang berhulu di Gunung Semeru, terutama di kawasan Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungai yang terhubung dengan Besuk Kobokan.
















