BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Indonesia pertimbangkan batas produksi nikel dan batu bara seiring harga menguat
Indonesia merupakan eksportir terbesar dunia untuk batu bara termal dan produk nikel. Sebelumnya, pemerintah justru berencana menekan produksi sejumlah komoditas tambang guna menopang harga sepanjang tahun ini.
Indonesia pertimbangkan batas produksi nikel dan batu bara seiring harga menguat
Produksi bijih nikel dalam rencana kerja dan anggaran biaya ditetapkan pada kisaran 260 juta hingga 270 juta ton / Reuters

Pemerintah Indonesia membuka peluang untuk melonggarkan batas produksi batu bara dan nikel apabila tren harga komoditas tetap tinggi di pasar global. Kebijakan ini disebut akan dilakukan dengan mempertimbangkan keseimbangan pasar.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa opsi relaksasi tengah dikaji setelah pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto.

“Jika harga tetap stabil dan berada pada level yang baik, kami bisa mempertimbangkan pelonggaran yang terukur terhadap rencana produksi,” kata Bahlil dalam pernyataan resmi dikutip oleh Reuters. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut masih dalam tahap koordinasi dengan melihat kondisi suplai dan permintaan.

Indonesia merupakan eksportir terbesar dunia untuk batu bara termal dan produk nikel. Sebelumnya, pemerintah justru berencana menekan produksi sejumlah komoditas tambang guna menopang harga sepanjang tahun ini.

Untuk batu bara, kuota produksi ditetapkan sekitar 600 juta metrik ton, turun signifikan dari realisasi tahun lalu yang mencapai sekitar 790 juta ton. Sementara itu, produksi bijih nikel dalam rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) dipatok pada kisaran 260 juta hingga 270 juta ton.

Angka tersebut berada di bawah kebutuhan industri yang diperkirakan mencapai 340 juta hingga 350 juta ton, menurut perhitungan Asosiasi Smelter Nikel Indonesia (FINI).

TerkaitTRT Indonesia - Negara-negara Asia kembali ke batubara akibat krisis energi imbas perang AS-Israel terhadap Iran

Dinamika pasar energi

Di sisi lain, pemerintah menegaskan bahwa relaksasi tidak akan dilakukan secara sembarangan. Bahlil menekankan bahwa setiap penyesuaian harus tetap menjaga keseimbangan pasar agar tidak memicu kelebihan pasokan yang justru dapat menekan harga.

Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan penyesuaian harga patokan mineral (HPM) untuk nikel. Bahlil menyebut kebijakan ini bertujuan agar negara memperoleh nilai yang lebih optimal dari pemanfaatan sumber daya mineral strategis.

Kebijakan ini muncul di tengah dinamika pasar energi global yang masih bergejolak, termasuk kenaikan harga minyak dunia yang berpotensi meningkatkan beban subsidi energi dalam negeri.

Sejalan dengan itu, pemerintah juga tengah mengkaji penyesuaian kebijakan lain, termasuk rencana pengenaan bea keluar untuk batu bara yang ditargetkan mulai berlaku pada 1 April 2026, sebagai bagian dari upaya menjaga penerimaan negara dan mengantisipasi tekanan terhadap anggaran.

TerkaitTRT Indonesia - Filipina andalkan batu bara Indonesia hadapi lonjakan energi
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi
Jelajahi
Bank Indonesia: Utang luar negeri Indonesia capai $454,8 miliar pada Juli 2026
Indonesia dan India perkuat kerja sama telekomunikasi hingga teknologi 6G
Grab akuisisi saham mayoritas Atome Financial senilai Rp26,36 triliun
Indonesia bangun pusat bioetanol di Lampung, target produksi komersial 60 ribu kiloliter
Indonesia dan Bulgaria perkuat kerja sama perdagangan dan investasi
Indonesia jajaki PTA dengan Mercosur demi rintis jalan menuju CEPA
Pasar stabil meski pergantian mendadak Menkeu, Suahasil tegaskan jaga kredibilitas APBN
AS resmi tetapkan bea masuk tinggi untuk impor panel surya dari Indonesia
Indonesia dan China percepat kerja sama energi baru, ekspansi dari PLTS hingga manufaktur
Indonesia dan AS dorong kerja sama ekonomi kreatif jelang WCCE 2026
Kadin buka peluang investasi Swedia di Indonesia, soroti IEU-CEPA dan OECD
Rupiah melemah di tengah kenaikan harga minyak, ICP Indonesia jadi $89,43 per barel
PT Timah perluas ekspor ke Filipina dan Inggris, bidik Timur Tengah pada 2027
Kemendag dorong UMKM tingkatkan ekspor ke pasar global memanfaatkan teknologi AI
Penerapan B50 hemat devisa negara hingga Rp170 triliun, pangkas impor solar secara signifikan
Pemerintah ambil alih saham pengelola kereta Whoosh, utang direstrukturisasi hingga 80 tahun
Indonesia dan Australia mulai evaluasi total perjanjian kerja sama ekonomi IA-CEPA
Pemerintah perluas inklusi keuangan melalui penyediaan rekening bagi masyarakat
Kemenkeu pastikan siap tanggung utang Kereta Cepat Whoosh tanpa investor luar
Cadangan devisa naik $146,5 miliar pada Agustus 2026, BI: Ketahanan eksternal tetap solid