Banjir kembali merendam kawasan padat penduduk di Jakarta, dengan permukiman di Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur, terendam air setinggi sekitar satu meter pada Jumat (17/4) pagi.
Genangan yang mencapai 100 hingga 110 sentimeter itu terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak malam sebelumnya.
Ketua RT 13/RW 04 Kampung Melayu, Sanusi, mengatakan air mulai naik sejak dini hari dan terus bertambah hingga pagi. “Pagi ini, pukul 06.00 WIB, sekarang air sudah mencapai sekitar satu meter-an, naik terus airnya dini hari tadi,” ujarnya sebagaimana dikutip oleh Antara.
Ia menjelaskan, kenaikan debit air dipicu oleh curah hujan yang cukup tinggi pada Kamis (16/4) malam, yang kemudian menggenangi wilayah permukiman rendah.
Bahkan dalam beberapa waktu terakhir, hujan deras disebut hampir turun setiap hari, terutama pada sore hingga malam. “Air mulai naik sekitar jam dua pagi, kayaknya karena hujan kemarin. Memang hujan hampir setiap hari, biasanya sore,” kata Sanusi.

Banjir di Kebon Pala sendiri bukan kejadian baru. Dalam beberapa hari terakhir, wilayah ini berulang kali tergenang akibat pola hujan yang konsisten, membuat air sulit surut sepenuhnya sebelum hujan berikutnya kembali turun dengan intensitas tinggi.
Meski ketinggian air sudah mencapai satu meter lebih, warga memilih bertahan di rumah masing-masing dan belum melakukan evakuasi. Sebagian besar mengungsi sementara ke lantai dua rumah mereka.
“Belum ada yang mengungsi, masih bertahan di lantai dua, masih aman,” kata Sanusi kepada Antara, menambahkan bahwa kondisi saat ini masih terkendali.
Genangan tersebut tetap berdampak pada aktivitas sehari-hari warga yang terganggu, sementara mereka menunggu air surut sambil terus memantau perkembangan situasi.
Di sisi lain, otoritas Jakarta sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir atau rob yang diperkirakan terjadi pada 17 hingga 23 April 2026 di wilayah utara ibu kota.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebut fenomena fase bulan baru pada 17 April dan perigee pada 19 April berpotensi meningkatkan ketinggian muka air laut.
Sebagai langkah antisipasi, layanan darurat 112 disiagakan untuk merespons kemungkinan keadaan darurat, sementara masyarakat diminta memantau informasi resmi melalui kanal BPBD dan situs pemantauan banjir pemerintah daerah.













