Hujan dengan intensitas sangat tinggi yang mengguyur Jakarta sejak Sabtu malam memicu banjir di berbagai wilayah ibu kota, dengan ratusan rukun tetangga (RT) dan sejumlah ruas jalan terendam.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat hingga Minggu, genangan terjadi di 147 RT serta 19 ruas jalan. Tinggi air bervariasi antara sekitar 20 sentimeter hingga 1,7 meter di beberapa lokasi.
Untuk mempercepat pengurangan genangan, Pemprov DKI Jakarta mengoperasikan sekitar 1.200 unit pompa pengendali banjir. Peralatan tersebut terdiri dari 668 pompa stasioner yang tersebar di 243 lokasi serta 536 pompa bergerak yang ditempatkan di berbagai titik rawan banjir.
Upaya penyedotan air dilakukan di sejumlah kawasan, termasuk di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, serta beberapa jalan utama lainnya.
Debit sungai meningkat
Selain hujan lebat di Jakarta, pemerintah daerah juga mewaspadai tambahan aliran air dari wilayah hulu seperti Bogor dan Tangerang yang juga diguyur hujan deras.
Pemantauan tinggi muka air (TMA) menunjukkan peningkatan signifikan pada beberapa sungai yang melintasi ibu kota sejak Sabtu sore hingga Minggu dini hari.
Hujan deras yang sama juga menyebabkan banjir parah di Kota Tangerang. Sebanyak 265 keluarga atau sekitar 860 warga terdampak dan terpaksa meninggalkan rumah mereka.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang menyebutkan sedikitnya sembilan kecamatan di kota tersebut terdampak banjir dengan tingkat keparahan yang berbeda.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan terus menjalankan program jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir melalui normalisasi sungai. Program tersebut saat ini difokuskan pada tiga aliran utama, yakni Sungai Ciliwung, Cakung Lama, dan Krukut.
Normalisasi Kali Cakung Lama ditargetkan selesai pada 2027 dan diharapkan dapat membantu menurunkan potensi banjir di sejumlah kawasan Jakarta secara signifikan.









