7 negara Muslim termasuk Indonesia dan Türkiye kecam ‘keras’ Israel atas pelanggaran gencatan Gaza
Türkiye dan Indonesia bersama lima negara Muslim lainnya mengecam pelanggaran gencatan senjata Israel di Gaza yang dinilai mengancam proses politik dan upaya stabilisasi kawasan.
Tujuh negara berpenduduk mayoritas Muslim termasuk Indonesia dan Türkiye mengecam keras Israel atas pelanggaran gencatan senjata yang terus berulang di Jalur Gaza dan telah menewaskan serta melukai lebih dari seribu warga Palestina.
Dalam pernyataan bersama yang dirilis Kementerian Luar Negeri Türkiye pada Minggu (1/02), para menteri luar negeri Türkiye, Indonesia, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, dan Arab Saudi menyatakan bahwa aksi militer Israel berpotensi memperburuk ketegangan sekaligus merusak upaya internasional untuk menstabilkan situasi.
Pernyataan tersebut menyoroti bahwa langkah tersebut terjadi saat berbagai pihak regional dan global tengah mendorong implementasi fase kedua rencana termasuk Dewan Perdamaian Gaza yang diprakarsai Presiden Amerika Serikat Donald Trump serta pelaksanaan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803.
Para menteri menilai pelanggaran gencatan senjata itu sebagai ancaman langsung terhadap proses politik yang sedang berjalan. Menurut mereka, situasi tersebut menghambat peluang transisi menuju kondisi yang lebih stabil di Gaza, baik dari sisi keamanan maupun kemanusiaan.
Dalam pernyataan itu, ketujuh negara juga mendesak seluruh pihak untuk memastikan keberhasilan fase kedua rencana perdamaian Trump. Mereka meminta agar setiap aktor yang terlibat menunaikan tanggung jawabnya, menahan diri, dan tidak melakukan tindakan yang dapat menggagalkan kesepakatan gencatan senjata.
Selain itu, para menteri menyerukan terciptanya kondisi yang memungkinkan pemulihan dini dan rekonstruksi Gaza.
Tujuh negara menegaskan bahwa perdamaian yang adil dan berkelanjutan hanya dapat terwujud jika didasarkan pada hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan membentuk negara, sejalan dengan hukum internasional, resolusi Dewan Keamanan PBB, serta Inisiatif Perdamaian Arab.
Meski gencatan senjata telah diumumkan, serangan Israel dilaporkan masih berlanjut. Kantor media pemerintah Gaza mencatat sedikitnya 524 orang tewas dan 1.360 lainnya terluka sejak 10 Oktober.