PERANG GAZA
2 menit membaca
Pertama kalinya, Israel mengakui jumlah warga Palestina yang tewas lebih 71.000 dalam genosida Gaza
Militer Israel setuju dengan perkiraan konservatif Palestina, lapor Haaretz, mengutip seorang pejabat senior, meskipun Tel Aviv telah menyebut kritikus sebagai "pendukung Hamas" karena mengakui angka resmi Gaza.
Pertama kalinya, Israel mengakui jumlah warga Palestina yang tewas lebih 71.000 dalam genosida Gaza
Pasukan pendudukan Israel mengakui data jumlah korban tewas di Gaza sebagai terpercaya. [Arsip] / AP
30 Januari 2026

Pasukan pendudukan Israel telah menerima perkiraan dari Kementerian Kesehatan di Gaza, Palestina, bahwa sekitar 71.000 warga Palestina tewas selama genosida dua tahun.

Menurut laporan surat kabar Israel Haaretz pada hari Kamis (29/1), ini menandai kali pertama militer mengadopsi angka kementerian tersebut, yang sebelumnya sempat dianggap "tidak dapat diandalkan" dan "menyesatkan".

Kementerian kesehatan di Gaza mencatat 71.667 kematian sejak dimulainya genosida Israel di enklave Palestina pada 7 Oktober 2023.

Pasukan pendudukan Israel mencatat bahwa angka-angka ini tidak mencakup penduduk yang hilang dan kemungkinan terkubur di bawah reruntuhan.

"IDF (militer Israel) telah menerima perkiraan Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas bahwa sekitar 71.000 warga Palestina tewas selama perang Israel-Gaza, dengan catatan bahwa angka tersebut tidak termasuk warga yang hilang dan mungkin terkubur di bawah reruntuhan," kata Haaretz.

"Perhitungan Kementerian hanya mencakup mereka yang tewas langsung akibat tembakan militer Israel dalam pemantauannya, bukan orang yang meninggal karena kelaparan atau penyakit."

Data tersebut, yang telah diperiksa oleh organisasi internasional dan peneliti, secara luas dianggap dapat dipercaya.

Beberapa studi, termasuk satu yang dirilis pada Juni 2025, menunjukkan bahwa angka korban sebenarnya mungkin lebih tinggi, memperkirakan sekitar 200.000 kematian akibat kekerasan pada awal tahun lalu.

Para ahli menyimpulkan bahwa data kementerian kesehatan bersifat konservatif dan mungkin tidak memperhitungkan mereka yang meninggal karena kelaparan atau penyakit yang diperburuk oleh pengepungan yang keras.

Israel melanggar gencatan senjata

Pembantaian oleh Israel di Gaza telah menyebabkan lebih dari 171.000 orang terluka, sebagian besar merupakan perempuan dan anak-anak.

Pasukan pendudukan Israel telah menghancurkan 90 persen infrastruktur sipil, dengan PBB memperkirakan biaya sebesar $7 miliar untuk membangun kembali Gaza, di mana tinggal 2,4 juta warga Palestina—termasuk 1,5 juta orang yang terlantar.

Meski ada gencatan senjata, pasukan Israel terus membatasi masuknya jumlah makanan, obat-obatan, dan bahan tempat tinggal yang telah disepakati.

Pelanggaran harian terhadap kesepakatan itu telah mengakibatkan kematian 488 warga Palestina.

Menurut hukum internasional, Israel tetap merupakan kekuatan pendudukan di Gaza, karena menguasai ruang udara, pesisir, dan semua akses kendaraan.

Biaya rekonstruksi di masa depan tetap menjadi isu utama bagi negara donor, yang belum menemukan mekanisme pendanaan untuk proyek-proyek di Rafah.

Seiring angka kematian melewati kisaran 71.000, situasi kemanusiaan bagi jutaan warga Palestina di enklave yang dikepung itu tetap katastrofik.

TerkaitTRT Indonesia - OKI desak Dewan Keamanan PBB setujui keanggotaan penuh Palestina, hentikan pelanggaran Israel
SUMBER:TRT World