DUNIA
2 menit membaca
Puluhan tewas, 100 terluka dalam serangan bom bunuh diri di Nigeria
Dugaan serangan teroris memutus periode relatif tenang, menandakan kekerasan kembali muncul di wilayah yang sebelumnya mulai stabil.
Puluhan tewas, 100 terluka dalam serangan bom bunuh diri di Nigeria
Anggota Palang Merah Nigeria membawa jenazah di rumah sakit Maiduguri setelah ledakan melanda kota timur laut di Negara Bagian Borno, Nigeria. / Reuters
3 jam yang lalu

Sejumlah ledakan yang diduga dilakukan pelaku bom bunuh diri mengguncang kota Maiduguri, timur laut Nigeria, menewaskan sedikitnya 23 orang dan melukai lebih dari 100 lainnya, menurut polisi pada Selasa.

“Penyelidikan awal menunjukkan insiden ini dilakukan oleh pelaku bom bunuh diri,” kata juru bicara polisi, Nahum Kenneth Daso, dalam pernyataan resmi.

“Dengan sangat menyesal, 23 orang meninggal dunia, sementara 108 lainnya mengalami luka dengan tingkat keparahan berbeda,” tambahnya.

Ledakan yang terjadi pada Senin malam itu menyusul serangan terhadap pos militer pada Minggu malam hingga Senin dini hari, yang diduga dilakukan kelompok teroris.

Jika digabung dengan serangan ke pos militer malam sebelumnya dan pemboman masjid pada Desember lalu, rangkaian serangan ini menghancurkan periode damai di kota yang sebelumnya menjadi relatif tenang karena konflik bersenjata di Nigeria mulai bergeser ke pedesaan.

Serangan makin intens

Kelompok teroris Boko Haram dan kelompok saingannya di Afrika Barat, ISWAP, belakangan meningkatkan serangan di timur laut Nigeria.

Selama 16 tahun, kampanye teror mereka telah menewaskan lebih dari 40.000 orang dan memaksa sekitar dua juta orang mengungsi.

Seorang reporter AFP yang berada di rumah sakit kota pada Senin malam melihat puluhan korban luka menjalani perawatan akibat ledakan, serta beberapa jenazah yang ditutupi kain di trotoar di luar rumah sakit.

Dalam pernyataan Selasa dini hari, polisi menyebut situasi “telah kembali normal” di wilayah terdampak, dan aparat keamanan meningkatkan pengawasan di Maiduguri dan sekitarnya untuk mencegah insiden baru.

SUMBER:TRT World & Agencies