DUNIA
2 menit membaca
Ukraina menghantam depot minyak Rusia dalam serangan drone besar-besaran
Drone Ukraina menyerang beberapa situs energi Rusia sementara tim darurat berupaya menjinakkan kebakaran di Labinsk, wilayah Krasnodar.
Ukraina menghantam depot minyak Rusia dalam serangan drone besar-besaran
Serangan drone menunjukkan semakin luasnya jangkauan Ukraina ke wilayah Rusia. / AP
2 jam yang lalu

Serangan drone menyebabkan kebakaran di sebuah depot minyak di Rusia selatan pada Senin, kata pihak berwenang setempat, menyoroti jangkauan serangan yang semakin dalam ke wilayah Rusia.

Pejabat regional menyatakan depot di Labinsk, wilayah Krasnodar, terbakar setelah serangan itu.

Tidak ada korban luka yang dilaporkan, dan pihak berwenang belum mengonfirmasi keseluruhan kerusakan saat tim darurat bekerja untuk memadamkan kebakaran.

Wilayah ini berulang kali menjadi sasaran drone Ukraina, bagian dari kampanye udara yang semakin luas terhadap infrastruktur energi dan militer Rusia.

Minggu lalu, serangan menimpa fasilitas minyak dekat Tikhoretsk, kilang Afipsky, dan instalasi di sekitar Port Kavkaz.

Sementara itu, Rusia menyatakan Ukraina meluncurkan salah satu ofensif drone terbesar terhadap Moskow selama akhir pekan.

Walikota Moskow Sergei Sobyanin melaporkan lebih dari 100 drone berhasil dicegat dalam dua hari, saat pertahanan udara merespons gelombang “drone kamikaze” yang bertubi-tubi.

Kementerian pertahanan Rusia menyatakan setidaknya 145 drone ditembak jatuh semalam, termasuk 53 di wilayah besar Moskow, menurut kantor berita TASS.

Pihak berwenang sempat membatasi penerbangan di bandara utama kota selama serangan, menurut pengawas penerbangan nasional.

Moskow — beserta wilayah sekitarnya — memiliki populasi sekitar 22 juta jiwa.

Belum ada komentar langsung dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy atau pejabat Ukraina terkait serangan yang dilaporkan ini.

Ukraina siap untuk perundingan

Sebelumnya, Presiden Zelenskyy menyatakan Amerika Serikat mengusulkan pertemuan trilateral dengan Rusia di wilayah Amerika untuk membahas akhir perang.

Berbicara di ibu kota Kiev, ia mengatakan pada Minggu bahwa pertemuan itu ditunda hingga minggu depan.

“Ini terkait perang. Mereka [Amerika] siap bertemu di Amerika. Kami mengatakan kami siap. Rusia belum siap terbang ke Amerika. Jadi, kami menunggu tanggapan Amerika,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Kiev tetap terbuka untuk negosiasi di negara lain jika Washington atau Moskow mengusulkan lokasi alternatif.

SUMBER:TRT World & Agencies