Indonesia dan Australia berencana memperluas kemitraan keamanan dengan melibatkan Jepang serta Papua Nugini dalam skema kerja sama baru di kawasan Indo-Pasifik.
Rencana tersebut disampaikan Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin usai pertemuannya dengan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Australia Richard Marles di Jakarta, padaKamis.
Kedua negara tengah menjajaki pembentukan pengaturan keamanan trilateral. Skema tersebut akan mencakup kerja sama antara Indonesia, Australia, Papua Nugini, dan Jepang.
Menurut laporan Reuters selain memperluas kerja sama regional, kedua negara juga berencana meningkatkan kolaborasi di bidang pertukaran intelijen, meskipun rincian teknisnya belum dipublikasikan.
Pertemuan tersebut berlangsung beberapa pekan setelah pemimpin Indonesia dan Australia menandatangani perjanjian keamanan yang mengharuskan kedua negara untuk saling berkonsultasi apabila salah satu pihak menghadapi ancaman.
Dalam pembahasan yang sama, kedua menteri juga meninjau kemungkinan pembangunan fasilitas pelatihan pertahanan di Pulau Morotai di Provinsi Maluku Utara. Infrastruktur pertahanan yang sudah ada di wilayah tersebut direncanakan akan ditingkatkan.
“Kami akan bekerja sama untuk meningkatkan dan memanfaatkan fasilitas tersebut,” kata Sjafrie.
Marles menegaskan bahwa fasilitas di Morotai akan tetap berada di bawah kepemilikan Indonesia. Namun, menurutnya, terdapat peluang bagi Australia untuk memanfaatkan lokasi tersebut sebagai tempat pelatihan militer.
Sjafrie juga mengungkapkan bahwa personel militer dari sejumlah negara, termasuk Filipina, Australia, dan Singapura, berpotensi menggunakan fasilitas tersebut. Selain itu, fasilitas pertahanan lain yang tengah dikembangkan di Kalimantan Utara bersama Singapura juga dapat diakses untuk kegiatan pelatihan.














