Presiden Indonesia Prabowo Subianto menerima Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dalam pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat. Kunjungan ini menjadi momen penting bagi kedua negara setelah secara resmi menyepakati perjanjian keamanan baru yang memperdalam kerja sama strategis di kawasan Indo-Pasifik.
Menurut keterangan resmi, pertemuan tersebut ditandai dengan penandatanganan Australia–Indonesia Treaty on Common Security, sebuah perjanjian yang mengikat kedua negara untuk saling berkonsultasi apabila salah satu pihak menghadapi ancaman terhadap keamanan nasional maupun stabilitas kawasan.
Presiden Prabowo menekankan bahwa perjanjian ini sejalan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. “Perjanjian keamanan bersama ini mencerminkan tekad kedua negara untuk terus bekerja sama secara erat dalam menjaga keamanan nasional masing-masing serta berkontribusi nyata bagi perdamaian dan stabilitas kawasan Indo Pasifik,” kata Prabowo.
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menilai perjanjian tersebut sebagai tonggak penting dalam hubungan bilateral kedua negara. “Perjanjian ini merupakan perluasan yang signifikan dari kerja sama keamanan dan pertahanan yang sudah ada. Hal ini menunjukkan kekuatan kemitraan kita dan kedalaman kepercayaan serta kerja sama kita,” ujar Albanese.
Geopolitik kawasan
Perjanjian keamanan ini pertama kali diumumkan pada November lalu saat Prabowo melakukan kunjungan ke Australia. Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong sebelumnya menyebut bahwa kesepakatan tersebut dari perjanjian keamanan bilateral tahun 1995, yang sempat dihentikan pada 1999 setelah Australia memimpin pasukan penjaga perdamaian PBB di Timor Timur.
Selain aspek keamanan, diskusi kedua pemimpin juga mencakup isu perdagangan, investasi, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan. Dalam pernyataan terpisah, Albanese mengumumkan sejumlah inisiatif baru, termasuk rencana penempatan pejabat strategis Indonesia di lingkungan Angkatan Pertahanan Australia, pengembangan fasilitas pelatihan bersama, serta perluasan program pertukaran pendidikan militer.
Dengan penandatanganan perjanjian ini, Jakarta dan Canberra menegaskan komitmen bersama untuk menjaga stabilitas kawasan dan mempererat kemitraan strategis di tengah dinamika geopolitik Indo-Pasifik.














