Provinsi Riau kembali berada dalam pantauan setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat peningkatan tajam jumlah titik panas pada awal Februari 2026. Berdasarkan laporan data hingga Kamis, sebanyak 160 titik panas terdeteksi tersebar di berbagai wilayah di provinsi tersebut.
BMKG Stasiun Pekanbaru melaporkan kepada Antara, bahwa Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah dengan konsentrasi hotspot tertinggi, yakni 105 titik. Disusul Kabupaten Bengkalis dengan 47 titik, sementara sisanya terpantau di Indragiri Hilir (2), Kota Dumai (2), Rokan Hilir (2), serta masing-masing satu titik di Siak dan Rokan Hulu.
Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru, Alfa Nataris, mengatakan kondisi tersebut perlu diwaspadai mengingat pola cuaca di Riau masih didominasi cerah hingga berawan. “Masih ada potensi hujan ringan hingga sedang, namun sifatnya lokal dan tidak merata,” ujar Ala kepada Antara.
Secara regional, pemantauan BMKG di Pulau Sumatera menunjukkan total 178 titik panas, dengan Riau sebagai provinsi jumlah titik terbesar. Titik panas lainnya tercatat di Kepulauan Riau (8), Sumatera Utara (4), Sumatera Selatan (3), Aceh (3), Jambi (3), serta Sumatera Barat (1).
Data BPBD dan Pemadam Kebakaran Provinsi Riau menunjukkan bahwa selama pekan pertama Februari 2026, luas lahan yang terdampak karhutla telah mencapai 126,22 hektare. Kabupaten Bengkalis mencatat area terbakar terluas dengan 37,51 hektare, diikuti Indragiri Hilir (22 hektare), Pelalawan (21 hektare), dan Kota Dumai (12,50 hektare).
Kebakaran juga teridentifikasi di wilayah lain, termasuk Kota Pekanbaru (8 hektare), serta Kepulauan Meranti, Siak, dan Kampar yang masing-masing terdampak sekitar 7 hektare. Sementara itu, Indragiri Hulu dan Kuantan Singingi melaporkan kebakaran dengan luasan lebih dari 1 hektare.
Sebagai respons, Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera bersama unsur TNI, Polri, BPBD, dan masyarakat setempat terus melakukan upaya pemadaman di sejumlah titik, terutama di Dumai, Bengkalis, dan Siak, guna mencegah perluasan kebakaran di wilayah rawan.












