BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Ekspor batu bara spot Indonesia tertahan, imbas rencana pemangkasan produksi pemerintah
Sejumlah perusahaan tambang batu bara di Indonesia menghentikan sementara ekspor spot menyusul rencana pemerintah memangkas kuota produksi secara signifikan. Kondisi ini mulai berdampak pada pasar Asia dan berpotensi mendorong kenaikan harga.
Ekspor batu bara spot Indonesia tertahan, imbas rencana pemangkasan produksi pemerintah
Bongkar batu bara di pelabuhan Karya Citra Nusantara Jakarta Utara. / Reuters
15 jam yang lalu

Sejumlah perusahaan tambang batu bara di Tanah Air menahan penjualan ekspor batu bara spot setelah pemerintah mengusulkan pemangkasan produksi dalam jumlah besar. Kebijakan tersebut membuat pembeli di kawasan Asia kesulitan memperoleh pasokan dari Indonesia, eksportir batu bara terbesar di dunia.

Wakil Ketua Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) H. Kristiono mengatakan kegiatan produksi masih berlangsung, namun tidak berjalan pada kapasitas penuh. Pengapalan batu bara juga dibatasi hingga pemerintah menetapkan keputusan akhir terkait kuota produksi.

“Produksi masih berjalan, tetapi belum maksimal. Pengiriman dibatasi sambil menunggu keputusan final soal kuota, dan saat ini tidak ada penawaran kargo spot,” ujar Kristiono.

Kuota produksi dipangkas tajam

Pemerintah sebelumnya menetapkan kuota produksi baru bagi perusahaan tambang besar dengan pemangkasan sekitar 40 hingga 70 persen dibandingkan level produksi tahun 2025. Kebijakan ini merupakan bagian dari rencana menurunkan produksi nasional hampir 25 persen guna menopang harga dan meningkatkan penerimaan negara.

Namun, rencana tersebut mendapat penolakan dari pelaku industri. APBI menilai pemangkasan produksi yang terlalu dalam berisiko memicu pemutusan hubungan kerja serta penutupan tambang, terutama di tengah melemahnya permintaan dari negara tujuan utama seperti China dan India.

Meski ekspor spot ditahan, kontrak jangka panjang masih tetap dijalankan. Kendati demikian, sejumlah perusahaan disebut tengah mengkaji kemungkinan pembatalan kontrak dengan alasan kondisi di luar perkiraan.

Dampak ke harga dan pasar ekspor

Indonesia menyumbang sekitar separuh dari total ekspor batu bara termal dunia pada 2025, dengan volume global mencapai sekitar 960 juta ton. Pemerintah kini mempertimbangkan pemangkasan produksi hingga sekitar 600 juta ton, padahal volume ekspor Indonesia tahun lalu tercatat melampaui 510 juta ton.

Pelaku pasar memperkirakan kebijakan ini akan memperketat pasokan dan mendorong kenaikan harga batu bara. Sejumlah pedagang menyebut kargo spot asal Indonesia tidak tersedia, meski ditawarkan dengan premi di atas harga pasar.

Harga batu bara Indonesia berkalori rendah tercatat naik sekitar 7 persen sepanjang Januari. Sementara itu, pembeli di Asia mulai mempertimbangkan alternatif pasokan dari negara lain seperti Rusia, Afrika Selatan, dan Mozambik jika pembatasan produksi terus berlanjut.

TerkaitTRT Indonesia - Pemerintah masih kaji pajak ekspor batu bara, Menkeu pastikan industri tetap dijaga
SUMBER:Reuters