Sebuah pertemuan di Gedung Putih yang bertujuan memecah kebuntuan berbulan-bulan antara bank-bank besar Amerika Serikat dan perusahaan kripto berakhir tanpa kesepakatan. Situasi ini kembali menegaskan perpecahan industri yang masih menghambat kemajuan regulasi penting aset digital.
Laporan Reuters, Selasa, menyebut pertemuan tertutup yang digelar Dewan Kripto Gedung Putih pada Senin itu mempertemukan perwakilan industri kripto dan perbankan. Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk mencari titik temu atas mandeknya pembahasan regulasi struktur pasar kripto.
Kedua pihak sama-sama menyebut pertemuan berlangsung konstruktif. Namun, perbedaan mendasar yang sebelumnya menggagalkan kemajuan rancangan undang-undang tersebut masih belum terselesaikan.
Sejumlah perwakilan asosiasi industri turut hadir, antara lain American Bankers Association, Independent Community Bankers of America, Blockchain Association, serta The Digital Chamber.
Pembahasan regulasi struktur pasar kripto tersendat akibat perbedaan pandangan mengenai pengaturan bunga dan imbal hasil lain yang diberikan pada stablecoin. Isu ini telah lama menjadi titik gesekan antara industri perbankan dan kripto.
Pihak perbankan mendorong agar aturan tersebut secara tegas melarang praktik pemberian imbal hasil pada stablecoin.
Sementara itu, perusahaan kripto menilai pemberian imbal hasil seperti bunga sangat penting untuk menarik pengguna baru. Mereka berpendapat pelarangan praktik tersebut bersifat anti-persaingan.
Di sisi lain, bank-bank menilai meningkatnya persaingan berisiko mendorong keluarnya dana simpanan dari lembaga perbankan yang dijamin, yang selama ini menjadi sumber pendanaan utama bank dan berpotensi mengganggu stabilitas keuangan.
Pertemuan di Gedung Putih digelar untuk mencari kompromi setelah Komite Perbankan Senat bulan lalu menunda pembahasan lanjutan rancangan undang-undang tersebut. Penundaan terjadi di tengah meningkatnya keberatan dari kedua sektor serta kekhawatiran minimnya dukungan politik.
Meski kedua pihak dalam pernyataannya menyebut pertemuan berjalan konstruktif, tidak ada kesepakatan yang dihasilkan, menurut salah satu sumber yang hadir dan enggan disebutkan namanya karena membahas diskusi kebijakan tertutup.
Sumber tersebut memperkirakan Gedung Putih akan menggelar pertemuan lanjutan guna mencoba memecahkan kebuntuan. Hingga kini, Gedung Putih belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.
Rancangan undang-undang Clarity Act bertujuan membentuk kerangka aturan federal untuk aset digital, yang merupakan puncak dari lobi industri kripto selama bertahun-tahun. Pelaku industri menilai aturan yang ada saat ini belum memadai dan kepastian hukum sangat dibutuhkan agar bisnis kripto dapat terus beroperasi di AS.
Dewan Perwakilan Rakyat AS sebelumnya telah meloloskan versi mereka atas rancangan undang-undang tersebut pada Juli lalu.









