BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Tak ada terobosan dalam pertemuan bank-bank besar AS dan perusahaan kripto soal regulasi kripto
Pertemuan di Gedung Putih menyoroti perbedaan pandangan antara perbankan dan perusahaan kripto, menyusul mandeknya pembahasan undang-undang aset digital akibat polemik imbal hasil stablecoin.
Tak ada terobosan dalam pertemuan bank-bank besar AS dan perusahaan kripto soal regulasi kripto
Sebuah ilustrasi yang menampilkan Presiden Donald Trump memegang Bitcoin dipajang di luar toko pertukaran mata uang kripto di Hong Kong. / Reuters
15 jam yang lalu

Sebuah pertemuan di Gedung Putih yang bertujuan memecah kebuntuan berbulan-bulan antara bank-bank besar Amerika Serikat dan perusahaan kripto berakhir tanpa kesepakatan. Situasi ini kembali menegaskan perpecahan industri yang masih menghambat kemajuan regulasi penting aset digital.

Laporan Reuters, Selasa, menyebut pertemuan tertutup yang digelar Dewan Kripto Gedung Putih pada Senin itu mempertemukan perwakilan industri kripto dan perbankan. Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk mencari titik temu atas mandeknya pembahasan regulasi struktur pasar kripto.

Kedua pihak sama-sama menyebut pertemuan berlangsung konstruktif. Namun, perbedaan mendasar yang sebelumnya menggagalkan kemajuan rancangan undang-undang tersebut masih belum terselesaikan.

Sejumlah perwakilan asosiasi industri turut hadir, antara lain American Bankers Association, Independent Community Bankers of America, Blockchain Association, serta The Digital Chamber.

Pembahasan regulasi struktur pasar kripto tersendat akibat perbedaan pandangan mengenai pengaturan bunga dan imbal hasil lain yang diberikan pada stablecoin. Isu ini telah lama menjadi titik gesekan antara industri perbankan dan kripto.

Pihak perbankan mendorong agar aturan tersebut secara tegas melarang praktik pemberian imbal hasil pada stablecoin.

Sementara itu, perusahaan kripto menilai pemberian imbal hasil seperti bunga sangat penting untuk menarik pengguna baru. Mereka berpendapat pelarangan praktik tersebut bersifat anti-persaingan.

Di sisi lain, bank-bank menilai meningkatnya persaingan berisiko mendorong keluarnya dana simpanan dari lembaga perbankan yang dijamin, yang selama ini menjadi sumber pendanaan utama bank dan berpotensi mengganggu stabilitas keuangan.

Pertemuan di Gedung Putih digelar untuk mencari kompromi setelah Komite Perbankan Senat bulan lalu menunda pembahasan lanjutan rancangan undang-undang tersebut. Penundaan terjadi di tengah meningkatnya keberatan dari kedua sektor serta kekhawatiran minimnya dukungan politik.

Meski kedua pihak dalam pernyataannya menyebut pertemuan berjalan konstruktif, tidak ada kesepakatan yang dihasilkan, menurut salah satu sumber yang hadir dan enggan disebutkan namanya karena membahas diskusi kebijakan tertutup.

Sumber tersebut memperkirakan Gedung Putih akan menggelar pertemuan lanjutan guna mencoba memecahkan kebuntuan. Hingga kini, Gedung Putih belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.

Rancangan undang-undang Clarity Act bertujuan membentuk kerangka aturan federal untuk aset digital, yang merupakan puncak dari lobi industri kripto selama bertahun-tahun. Pelaku industri menilai aturan yang ada saat ini belum memadai dan kepastian hukum sangat dibutuhkan agar bisnis kripto dapat terus beroperasi di AS.

Dewan Perwakilan Rakyat AS sebelumnya telah meloloskan versi mereka atas rancangan undang-undang tersebut pada Juli lalu.

SUMBER:Reuters
Jelajahi
Ekspor batu bara spot Indonesia tertahan, imbas rencana pemangkasan produksi pemerintah
Indonesia izinkan chatbot Grok kembali beroperasi dengan pengawasan ketat
Neraca perdagangan Indonesia surplus US$41,05 miliar sepanjang 2025
OJK perkuat transparansi pasar saham setelah dialog intensif dengan MSCI
Presiden Prabowo bahas teknologi aviasi global dengan Embraer dan Garuda Indonesia
Musk menggabungkan xAI ke dalam SpaceX untuk kembangkan pusat data berbasis ruang angkasa
Ekspor gula Thailand tertekan usai Kemendag RI larang impor 12 produk di 2026
Pasar saham Indonesia tertekan, IHSG anjlok hampir 6 persen di tengah isu MSCI
Indonesia pulihkan akses Grok dengan pengawasan ketat yang berkelanjutan
Harga minyak turun, dolar menguat seiring harapan diplomatik AS-Iran
Saham Tesla melonjak di tengah rumor merger SpaceX, Musk bidik ekspansi imperium bisnis
UpScrolled, pesaing TikTok, memimpin App Store AS Apple, menarik pengguna yang mencari media bebas sensor
Anggota parlemen AS peringatkan chip Nvidia meningkatkan AI militer China
Harga emas di ritel Pegadaian Indonesia melonjak tajam di tengah dinamika pasar
Harga emas jatuh tajam setelah rumor tentang pilihan baru Trump untuk Dewan Gubernur The Fed
Shell angkat bicara soal kelangkaan BBM di sejumlah SPBU
Apa itu MSCI dalam pasar saham? Ini peran dan dampaknya bagi Indonesia
Dirut BEI Iman Rachman mundur usai gejolak IHSG dua hari terakhir
Dollar goyah saat investor melihat risiko kian meningkat
IHSG rontok 8 persen, BEI hentikan sementara perdagangan saham