BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
China serukan UE jamin persaingan yang 'adil', kritik penyelidikan Goldwind sebagai diskriminatif
Pernyataan Beijing datang setelah Uni Eropa mengumumkan penyelidikan terhadap perusahaan China tersebut, dengan menyatakan bahwa penyelidikan awal menemukan bahwa perusahaan "mungkin telah diberikan subsidi asing yang mengganggu pasar internal."
China serukan UE jamin persaingan yang 'adil', kritik penyelidikan Goldwind sebagai diskriminatif
Bilah turbin angin Goldwind terlihat di dermaga menunggu untuk dimuat ke kapal untuk diekspor di pelabuhan Lianyungang, Tiongkok pada 17 Maret 2025. / AFP

China meminta Uni Eropa untuk memperbolehkan persaingan 'adil' dan menghentikan 'penyalahgunaan' instrumen perdagangan sepihak.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, mengatakan pada Rabu bahwa Beijing mendesak Uni Eropa untuk mempertahankan “keterbukaan pasar dan persaingan yang adil, menghentikan penyalahgunaan alat perdagangan sepihak dan menyediakan lingkungan bisnis yang adil, transparan, dan tidak diskriminatif bagi perusahaan di seluruh dunia”.

Lin membuat pernyataan itu ketika diminta mengomentari pengumuman Uni Eropa tentang penyelidikan terhadap perusahaan energi angin China, Goldwind, yang diklaim mungkin telah menerima subsidi pemerintah sehingga mendistorsi persaingan di pasar UE.

“China secara tegas melindungi kepentingan sah dari perusahaan-perusahaan China yang sedang berkembang,” tambah Lin.

‘Sinyal proteksionis’

Goldwind adalah salah satu pemasok turbin angin terbesar di dunia, dan berupaya meningkatkan pertumbuhan di luar negeri, sehingga bersaing dengan perusahaan-perusahaan Barat.

Komisi Eropa, regulator persaingan Uni Eropa, mengumumkan penyelidikan itu pada hari Selasa, mengatakan bahwa penyelidikan awal menemukan perusahaan China tersebut “mungkin telah menerima subsidi asing yang mendistorsi pasar internal” dari blok 27 negara tersebut.

Kementerian Luar Negeri China mengatakan pada Rabu bahwa penyelidikan tersebut merupakan proteksionisme dan mengancam investasi-investasi China di masa depan di Eropa.

“Seringnya Uni Eropa menggunakan instrumen perdagangan sepihak serta langkah-langkah diskriminatif dan membatasi terhadap perusahaan-perusahaan China mengirimkan sinyal proteksionis,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Lin Jian dalam konferensi pers rutin.

Penyelidikan itu juga “akan memengaruhi kepercayaan perusahaan-perusahaan China untuk berinvestasi di Eropa”, tambahnya.

Brussels mengatakan pembukaan penyelidikan mendalam tidak langsung dapat menentukan hasilnya.

Namun jika kekhawatiran terkait persaingan itu terbukti, komisi dapat menerima tindakan perbaikan yang diusulkan oleh perusahaan atau menjatuhkan langkah-langkah pemulihan.

Saat ini China mendominasi sektor energi angin global dilihat dari total kapasitas terpasang, yang selama bertahun-tahun didukung oleh subsidi besar dari Beijing dan pertumbuhan pesat di pasar tenaga listrik domestik yang luas.

TerkaitTRT Indonesia - China tetap jadi produsen kapal terbesar dunia pada 2025
SUMBER:AA, AFP
Jelajahi
Krisis sulfur tekan industri nikel Indonesia di tengah perang Iran
ESDM tawarkan 10 wilayah kerja migas baru di IPA Convex 2026
PLN Indonesia Power targetkan proyek PLTS 495 MW di Bangladesh
IHSG melemah tajam setelah MSCI hapus enam saham Indonesia dari indeks global
Rupiah melemah ke level terendah, pemerintah siapkan intervensi pasar obligasi
Meta ditentang karyawan usai lacak klik dan ketikan demi pelatihan AI
Utang Indonesia nyaris Rp10.000 triliun, Menkeu: kondisi fiskal masih aman
Pemerintah RI tunda kenaikan royalti dan pajak ekspor tambang, tunggu formula lebih baik
Rupiah melemah ke Rp17.503 per dolar AS di tengah ketegangan Selat Hormuz
Pertamina, Departemen Energi AS perkuat kerja sama energi dan infrastruktur strategis
Indonesia dan Filipina bangun koridor nikel ASEAN, perkuat rantai pasok global
Perusahaan pertahanan Türkiye teken kontrak ekspor senilai hampir $8 miliar di pameran SAHA 2026
Perusahaan energi Eni umumkan hasil positif dari uji sumur gas Geliga-1 di lepas pantai Indonesia
AI dalam peperangan: 5 hal yang perlu diketahui tentang kesepakatan teknologi besar Pentagon
Indonesia akan jadi pasar penerbangan terbesar keempat dunia pada 2030, kata Menperin
Pemerintah targetkan pertumbuhan ekonomi 5,9–7,5 persen pada 2027
Indonesia teken pembelian 12 drone Kizilelma dari Türkiye
Rupiah dinilai undervalued, BI siapkan tujuh langkah stabilisasi nilai tukar
Indonesia dorong perluasan pasar ekspor ke Uni Eropa di tengah ketidakpastian global
Rupiah melemah akibat perang berkelanjutan AS-Iran, tembus Rp17.400 per dolar AS