Boeing mengatakan pada hari Rabu (4/02) bahwa Asia Tenggara menawarkan potensi pertumbuhan terbesar untuk perjalanan udara global, saat mereka meramalkan permintaan hampir 5.000 pesawat baru di kawasan itu selama 20 tahun ke depan.
Wilayah ini, yang tertinggal dari bagian lain dunia dalam pemulihan dari dampak pandemi Covid-19 terhadap penerbangan, kini mengejar ketinggalan dengan cepat seiring rebound perjalanan dan munculnya peluang baru, kata wakil presiden pemasaran komersial perusahaan, Darren Hulst.
"Ini adalah pasar pertumbuhan dan Asia Tenggara sebenarnya memimpin dunia dalam hal potensi pertumbuhan regional," katanya pada pengarahan selama Singapore Airshow.
"Kelas menengah yang tumbuh dan permintaan pariwisata yang kuat mendorong peningkatan perjalanan udara di rute domestik dan internasional kawasan ini," kata dia kepada wartawan.
Untuk mendukung pertumbuhan armada yang diperkirakan sebanyak 4.885 pesawat baru, industri penerbangan Asia Tenggara diperkirakan membutuhkan 243.000 profesional baru, termasuk 62.000 pilot, 103.000 awak kabin, dan 78.000 teknisi baru, tambah Hulst.
Asia Tenggara adalah wilayah yang luas di mana koneksi udara memainkan peran penting, terutama di negara-negara kepulauan seperti Indonesia.
"Secara regional, perjalanan udara terus menjadi cara paling efisien untuk menghubungkan orang dan tempat," kata Hulst.
Pada hari Selasa (3/02), Boeing menandatangani kesepakatan dengan Air Cambodia untuk 10 pesawat penumpang 737 Max 8 'narrowbody', kesepakatan itu merupakan yang pertama diumumkan pada Singapore Airshow tahun ini.
Pesawat bermesin dua ini biasanya mengangkut 178 penumpang dan memiliki jangkauan sekitar 6.500 kilometer.
Kini memasuki tahun kesepuluh, Singapore Airshow adalah pameran penerbangan terkemuka di kawasan ini dan menampilkan perusahaan sipil maupun pertahanan.









