Berdasarkan laporan Antara, sebanyak 46 titik panas terpantau di Provinsi Riau hingga Selasa (27/1) malam. Kabupaten Indragiri Hilir menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, mencapai 20 titik.
Selain Indragiri Hilir, sebaran titik panas juga terdeteksi di Kabupaten Bengkalis sebanyak 13 titik, Pelalawan tujuh titik, Rokan Hilir empat titik, serta Kepulauan Meranti dan Rokan Hulu masing-masing satu titik. Data tersebut merupakan pembaruan BMKG Stasiun Pekanbaru hingga pukul 23.00 WIB.
Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru, Yasir P, mengatakan kondisi ini perlu mendapat perhatian karena cuaca di Riau masih didominasi cerah hingga berawan. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi secara lokal di beberapa wilayah.
“Situasi ini tetap harus diwaspadai, terutama di daerah yang memiliki riwayat kebakaran,” ujarnya.
Secara regional, BMKG mencatat terdapat 433 titik panas di Pulau Sumatera. Provinsi Aceh mencatat jumlah tertinggi dengan 259 titik, disusul Riau. Titik panas lainnya tersebar di Sumatera Barat, Sumatera Utara, Bengkulu, Lampung, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, dan Sumatera Selatan.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Riau, M. Edy Afrizal, menyampaikan bahwa sejumlah kebakaran hutan dan lahan telah terjadi di beberapa wilayah dalam sepekan terakhir. Namun, sebagian besar berhasil ditangani.
“Memang ada beberapa titik kebakaran, tapi alhamdulillah sudah padam. Ada yang padam total dan ada juga yang masih dalam tahap pendinginan,” katanya.
BPBD mencatat dua titik kebakaran di Kabupaten Kampar telah padam. Di Kabupaten Bengkalis, tiga titik kebakaran masih dilakukan pendinginan. Sementara di Kepulauan Meranti, tiga titik kebakaran telah padam dan masih dipantau.
Di Kota Pekanbaru, empat titik kebakaran dilaporkan sudah padam total, sementara satu titik kebakaran tercatat di Kabupaten Kuantan Singingi. BPBD Riau terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencegah munculnya kebakaran lanjutan, khususnya di wilayah yang masih dalam proses pendinginan.














