ASIA
2 menit membaca
Produksi tembus 1 juta BOEPD, PHE perkuat cadangan dan ketahanan energi nasional
Menurut keterangan resmi, sepanjang tahun lalu PHE menuntaskan pemboran 887 sumur eksploitasi, melakukan workover pada 1.288 sumur, serta menjalankan well service terhadap lebih dari 37 ribu sumur.
Produksi tembus 1 juta BOEPD, PHE perkuat cadangan dan ketahanan energi nasional
Pemandangan udara Terminal Bahan Bakar Pertamina di Cilegon. /Reuters

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) melaporkan kinerja produksi minyak dan gas bumi (migas) yang solid sepanjang 2025, dengan capaian mencapai 1,032 juta barel setara minyak per hari (MMBOEPD). Angka ini menegaskan posisi perusahaan sebagai salah satu penopang utama pasokan energi nasional.

Rincian produksi tersebut mencakup minyak sebesar 556 ribu barel per hari dan gas mencapai 2.757 juta kaki kubik per hari. Kinerja ini dipaparkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, yang juga menyoroti agresivitas pengembangan lapangan sebagai faktor pendorong utama.

Corporate Secretary PHE Hermansyah Y Nasroen mengatakan capaian ini mencerminkan komitmen berkelanjutan perusahaan. 

“Pencapaian produksi lebih dari 1 juta BOEPD dan penemuan sumber daya baru lebih dari 1 miliar BOE menunjukkan komitmen PHE untuk terus menjaga ketahanan energi nasional,” ujarnya dikutip oleh Antara.

TerkaitTRT Indonesia - Produksi minyak Pertamina capai 1.321 BOPD di lepas pantai Jawa Barat

Sepanjang tahun lalu, PHE menuntaskan pemboran 887 sumur eksploitasi, melakukan workover pada 1.288 sumur, serta menjalankan well service terhadap lebih dari 37 ribu sumur. Di sisi eksplorasi, perusahaan menggarap 20 sumur baru, didukung survei seismik 2D sepanjang 2.931 kilometer dan 3D seluas 855 kilometer persegi.

Upaya tersebut menghasilkan tambahan sumber daya kontingen (2C) sebesar 1.097,43 juta barel setara minyak. Kontribusi terbesar berasal dari temuan migas non konvensional di Wilayah Kerja Rokan sebesar 724,22 juta barel minyak.

Selain itu, PHE juga mencatat tambahan cadangan terbukti (P1) sebesar 314 juta barel setara minyak, sebagian berasal dari aksi merger dan akuisisi, termasuk proyek MLN Phase 5 di Blok 405a, Aljazair.

Dari sisi keuangan, perusahaan membukukan laba bersih sebesar 2,175 miliar dolar AS pada 2025. Kinerja ini ditopang oleh seluruh lini operasi, mulai dari regional domestik hingga aset internasional, serta entitas pendukung seperti Elnusa, Badak LNG, dan Pertamina Drilling.

Hermansyah menambahkan, keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. “Kinerja ini juga mencerminkan upaya berkelanjutan perusahaan dalam meningkatkan produksi sekaligus memperkuat cadangan dan sumber daya untuk mendukung pertumbuhan di masa depan,” katanya.

Ke depan, PHE menyatakan akan terus mendorong efisiensi operasional, pemanfaatan teknologi, serta eksplorasi berkelanjutan guna menopang target produksi nasional dan memperkuat ketahanan energi Indonesia.

TerkaitTRT Indonesia - Pertamina EP temukan cadangan migas baru di Musi Banyuasin berkapasitas 1.857 BOPD
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi