BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Danantara terbitkan obligasi global, minat investor capai $4,6 miliar
Danantara juga membuka peluang penerbitan obligasi dengan jangka waktu lebih panjang hingga 30 tahun, seiring tingginya minat investor terhadap instrumen Indonesia serta stabilitas pertumbuhan ekonomi yang dinilai tetap terjaga.
Danantara terbitkan obligasi global, minat investor capai $4,6 miliar
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa permintaan pasar terhadap surat utang tersebut melampaui ekspektasi awal pemerintah. / BPMI Setpres RI

Pemerintah Indonesia mencatat capaian positif dari penerbitan perdana obligasi global oleh Danantara Indonesia dengan nilai total $1,5 miliar, yang dinilai memperkuat sinyal kepercayaan investor global terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa permintaan pasar terhadap surat utang tersebut melampaui ekspektasi awal pemerintah.

“Target awal kami $1 miliar, namun book building yang masuk mencapai sekitar $4,6 miliar. Karena tingginya minat tersebut, kami memutuskan untuk meningkatkan nilai penerbitan menjadi $1,5 miliar yang dibagi dalam tenor 5 tahun dan 10 tahun,” kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (15/6).

Rosan menjelaskan, tingginya minat investor terbentuk setelah rangkaian pertemuan dengan pelaku pasar global di sejumlah pusat keuangan dunia, mulai dari Hong Kong, Singapura, Boston, London hingga New York. Dalam rangkaian tersebut, pemerintah tercatat bertemu dengan 122 investor internasional.

Dari sisi imbal hasil, obligasi ini juga mencatat tingkat yang dianggap kompetitif, yakni 5,35 persen untuk tenor 5 tahun dan 5,95 persen untuk tenor 10 tahun. Ia menambahkan, masing-masing tenor berhasil menghimpun dana sebesar $750 juta, dengan sebagian proses transaksi sudah memasuki tahap finalisasi.

Danantara juga membuka peluang penerbitan obligasi dengan jangka waktu lebih panjang hingga 30 tahun, seiring tingginya minat investor terhadap instrumen Indonesia serta stabilitas pertumbuhan ekonomi yang dinilai tetap terjaga.

Menurutnya, faktor geopolitik dan siklus ekonomi global tidak mengurangi minat investor terhadap Indonesia yang dinilai masih memiliki prospek pertumbuhan stabil.

Dari sisi komposisi investor, untuk tenor 5 tahun, 38 persen berasal dari Amerika Serikat, 41 persen dari Eropa dan Timur Tengah, serta 21 persen dari Asia. Sementara pada tenor 10 tahun, porsi terbesar juga datang dari Amerika Serikat sebesar 52 persen, disusul 31 persen dari Eropa dan Timur Tengah, serta 17 persen dari Asia.

TerkaitTRT Indonesia - Danantara terbitkan obligasi dolar perdana, himpun $1,5 miliar dari investor global


SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
Pemerintah siapkan strategi fiskal jaga harga BBM bersubsidi hingga akhir tahun
Investasi hilirisasi Indonesia capai Rp480 triliun hingga September 2026
Indonesia-Kamerun dan Afrika Tengah perkuat kemitraan ekonomi senilai $60 juta
Konsensus tipis ekonom perkirakan Bank Indonesia tahan suku bunga acuan di tengah gejolak pasar
Pasar saham dan rupiah perlahan bangkit usai ancaman pembekuan dari MSCI
Dua tahun Prabowo-Gibran, Danantara perluas hilirisasi melalui 26 proyek senilai Rp225 triliun
Indonesia-Timor Leste perluas kerja sama ekonomi dengan perjanjian investasi bilateral
Indonesia-Rusia dorong perluasan akses pasar melalui Perjanjian Perdagangan Bebas I-EAEU
Kemenperin dan Rusia petakan lima sektor prioritas untuk perkuat kerja sama industri bilateral
Indonesia mulai pertukaran data pajak kripto lintas negara pada 2027
Langkah MSCI pangkas status Indonesia bayangi pasar, ancam arus modal dan rupiah
MSCI ancam hapus Indonesia dari indeks global, IHSG dan rupiah anjlok
IHSG anjlok terparah sejak 1998 usai MSCI gagas penurunan status ke pasar 'standalone'
Indonesia targetkan potensi ekspor $60,5 miliar di empat pasar utama
Indonesia dan Yunani gelar pertemuan JCEC perdana, perluas perdagangan dan investasi bilateral
IMF proyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,1 persen di tengah tekanan global
Emas dunia turun ke $4.168, rupiah melemah dan IHSG mendekati level 5.900
OJK beri peringatan keras soal risiko aset digital dan AI terhadap stabilitas perbankan
Gubernur BI beberkan strategi jaga rupiah dan kurangi ketergantungan dolar AS
Harga minyak mentah Indonesia naik 26,1 persen, tembus $112,81 per barel