Pemerintah Indonesia resmi memperpanjang program bantuan sosial (bansos) beras hingga Desember. Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas pasokan pangan serta melindungi masyarakat berpenghasilan rendah dari ancaman krisis iklim akibat cuaca ekstrem El Nino.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa alokasi beras tambahan ini menyasar puluhan juta penerima di seluruh wilayah Indonesia.
"Program bantuan beras yang disiapkan untuk tahun ini mencakup alokasi 30 kilogram yang berakhir pada September, dan akan dilanjutkan pada Oktober, November, serta Desember," ujar Airlangga kepada awak media.
Secara keseluruhan, program bansos beras ini menjangkau 33,24 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Dengan begitu, total beras yang disalurkan pada periode perpanjangan tiga bulan tersebut mencapai hampir satu juta ton, tepatnya sekitar 997.200 ton.
Beras merupakan bahan pangan pokok bagi sekitar 290 juta penduduk Indonesia. Kenaikan biaya produksi di tingkat petani sejak awal tahun sempat memicu lonjakan harga beras di pasar domestik, sehingga intervensi pemerintah dinilai krusial untuk menjaga daya beli masyarakat.
Perum Bulog ditunjuk sebagai penyalur utama bantuan pangan ini. Saat ini, lembaga penyedia pangan negara tersebut mencatat ketersediaan stok beras nasional dalam kondisi aman, yakni mencapai 5,25 juta ton.
Sementara itu, Badan Pangan Nasional (National Food Agency) mengungkapkan bahwa realisasi penyaluran alokasi bantuan tahap sebelumnya baru mencapai sekitar 30 persen. Pemerintah menargetkan penuntasan distribusi sisa kuota tersebut selesai pada September ini sebelum memasuki periode perpanjangan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional periode Januari hingga Oktober diperkirakan mencapai 31,41 juta ton. Angka ini relatif stabil jika dibandingkan dengan produksi pada periode yang sama tahun lalu sebesar 31,44 juta ton.
Untuk mengantisipasi dampak fenomena El Nino yang memicu kekeringan, pemerintah telah menerapkan sejumlah langkah mitigasi di sektor pertanian, termasuk memajukan pola masa tanam serta mendistribusikan ribuan unit pompa air ke berbagai daerah sentra produksi beras seperti Jawa Barat.


























