BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
BI tahan suku bunga, sebut untuk perkuat insentif demi menjaga stabilitas Rupiah
Bank Indonesia menahan suku bunga acuan di 5,75 persen sambil memperkenalkan insentif baru untuk menarik aliran modal asing guna menjaga stabilitas rupiah.
BI tahan suku bunga, sebut untuk perkuat insentif demi menjaga stabilitas Rupiah
Bank Indonesia menahan suku bunga acuan di 5,75% pada Rabu, 22 Juli 2026. /Foto: BI

Bank Indonesia (BI) pada Rabu (22/7) memutuskan menahan suku bunga acuan, sebuah langkah yang berbeda dari ekspektasi sebagian pelaku pasar yang sebelumnya memperkirakan kenaikan lanjutan untuk menopang nilai tukar rupiah.

Dalam hasil Rapat Dewan Gubernur, BI mempertahankan suku bunga 7-day reverse repo rate di level 5,75 persen. Suku bunga fasilitas simpanan tetap di 4,75 persen dan fasilitas pinjaman di 6,50 persen. Keputusan ini diambil setelah bank sentral sebelumnya telah menaikkan suku bunga total 100 basis poin sejak Mei guna menarik aliran modal asing dan menstabilkan rupiah.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, otoritas moneter memilih pendekatan berbeda dengan memperkuat insentif ketimbang kembali menaikkan suku bunga. 

“Hari ini BI memiliki dua opsi: menaikkan suku bunga dengan konsekuensi suku bunga domestik ikut naik, atau tidak menaikkan suku bunga namun meningkatkan insentif untuk menarik arus portofolio asing,” ujarnya. “Insentif ini lebih efektif untuk menarik investasi asing dan mengendalikan nilai tukar tanpa berdampak pada suku bunga domestik.”

TerkaitTRT Indonesia - Bank Indonesia pastikan likuiditas perbankan tetap aman, tekanan pasar uang mereda

Sejumlah langkah baru yang ditempuh BI antara lain penurunan biaya lindung nilai (hedging) valas serta mendorong penggunaan mata uang selain dolar AS dalam transaksi, sebagai upaya menjaga stabilitas rupiah. 

Mata uang Rupiah sempat menguat tipis ke kisaran Rp17.875 per dolar AS setelah pengumuman kebijakan, meski masih berada dekat level psikologis Rp18.000 per dolar AS usai sempat menyentuh rekor terendah Rp18.190 pada awal Juni.

Keputusan ini juga mempertimbangkan meningkatnya ketidakpastian global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah terhadap harga minyak dan arus modal keluar dari negara berkembang seperti Indonesia. BI menilai langkah menahan suku bunga memberi ruang kebijakan jika volatilitas rupiah kembali meningkat.

Dari sisi fundamental, bank sentral tetap optimistis inflasi berada dalam target 1,5–3,5 persen hingga 2027, dengan inflasi inti dijaga di bawah 3 persen. Inflasi tahunan pada Juni tercatat 3,34 persen. Namun, risiko kenaikan harga pangan akibat fenomena El Nino tetap menjadi perhatian.

BI juga memperkenalkan penyesuaian kebijakan likuiditas untuk mengatasi distribusi dana yang tidak merata di perbankan, meski secara keseluruhan likuiditas dinilai lebih dari cukup untuk mendukung penyaluran kredit. 

Sementara itu, prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini dipertahankan pada kisaran 4,9 hingga 5,7 persen.

TerkaitTRT Indonesia - Bank Indonesia menaikkan suku bunga jadi 5,50 persen untuk stabilkan rupiah
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi
Jelajahi
Bank Indonesia: Utang luar negeri Indonesia capai $454,8 miliar pada Juli 2026
Indonesia dan India perkuat kerja sama telekomunikasi hingga teknologi 6G
Grab akuisisi saham mayoritas Atome Financial senilai Rp26,36 triliun
Indonesia bangun pusat bioetanol di Lampung, target produksi komersial 60 ribu kiloliter
Indonesia dan Bulgaria perkuat kerja sama perdagangan dan investasi
Indonesia jajaki PTA dengan Mercosur demi rintis jalan menuju CEPA
Pasar stabil meski pergantian mendadak Menkeu, Suahasil tegaskan jaga kredibilitas APBN
AS resmi tetapkan bea masuk tinggi untuk impor panel surya dari Indonesia
Indonesia dan China percepat kerja sama energi baru, ekspansi dari PLTS hingga manufaktur
Indonesia dan AS dorong kerja sama ekonomi kreatif jelang WCCE 2026
Kadin buka peluang investasi Swedia di Indonesia, soroti IEU-CEPA dan OECD
Rupiah melemah di tengah kenaikan harga minyak, ICP Indonesia jadi $89,43 per barel
PT Timah perluas ekspor ke Filipina dan Inggris, bidik Timur Tengah pada 2027
Kemendag dorong UMKM tingkatkan ekspor ke pasar global memanfaatkan teknologi AI
Penerapan B50 hemat devisa negara hingga Rp170 triliun, pangkas impor solar secara signifikan
Pemerintah ambil alih saham pengelola kereta Whoosh, utang direstrukturisasi hingga 80 tahun
Indonesia dan Australia mulai evaluasi total perjanjian kerja sama ekonomi IA-CEPA
Pemerintah perluas inklusi keuangan melalui penyediaan rekening bagi masyarakat
Kemenkeu pastikan siap tanggung utang Kereta Cepat Whoosh tanpa investor luar
Cadangan devisa naik $146,5 miliar pada Agustus 2026, BI: Ketahanan eksternal tetap solid