Komandan Lanud Anang Busra Marsma TNI Andreas A. Dhewo membenarkan peristiwa jatuhnya pesawat tersebut. Ia menyatakan pesawat hanya diawaki satu orang pilot.
“Pesawat diawaki satu orang pilot dan berdasarkan hasil evakuasi di lokasi, pilot ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Andreas di Tarakan, Kamis, seperti dilansir Antara.
Pilot diketahui bernama Kapten Hendrick Lodewyck Adam atau Kapten Hendrik. Pesawat dengan registrasi PK-PAA dan nomor penerbangan PAS 7107 itu melayani distribusi BBM dari Tarakan menuju Krayan, wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia.
Pesawat lepas landas dari Bandara Juwata Tarakan pukul 10.15 Wita dengan membawa sekitar 4.000 liter BBM menuju Bandara Yuvai Semaring Long Bawan. Pesawat tiba pukul 11.10 Wita dan menyelesaikan distribusi.
Pada pukul 12.10 Wita, pesawat kembali terbang menuju Tarakan dalam kondisi kosong tanpa muatan BBM, hanya membawa sang pilot. Saat keberangkatan, cuaca dilaporkan hujan ringan dengan jarak pandang sekitar 6 kilometer dan awan rendah di ketinggian 1.400 feet.
Kronologi dan proses evakuasi
Beberapa menit setelah lepas landas, saksi mata melihat pesawat menurun dalam posisi miring ke arah perbukitan di ujung runway 22.
Sekitar pukul 12.27 Wita, pesawat Susi Air yang hendak memasuki wilayah Krayan memutuskan kembali ke Malinau karena cuaca memburuk. Pilot Susi Air menerima sinyal Emergency Locator Transmitter (ELT) dengan radius sekitar 5 kilometer dari arah final runway 22.
Tim gabungan bersama masyarakat kemudian bergerak ke lokasi. Pesawat ditemukan pukul 14.33 Wita dalam kondisi hancur dan terbakar di Pegunungan Pabetung Remayo (Gunung Pa’ Ramayo), Desa Pa’ Bettung, Kecamatan Krayan Timur.
Sebanyak 21 personel tim evakuasi yang dipimpin Wakil Komandan Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 4/Prh diterjunkan untuk melakukan pencarian dan pengamanan area.
Saksi mata bernama Aboy mengaku melihat pesawat sempat oleng sebelum jatuh. “Pesawat itu terbang dan mau belok ke sebelah kiri. Yang saya lihat, salah satu bagian dari pesawat ada yang terlepas, kemudian disusul dengan pesawat yang oleng,” ujarnya.
Evakuasi dilakukan secara manual karena medan perbukitan yang berat. Pada pukul 15.20 Wita, jenazah pilot dibawa ke Rumah Sakit Pratama Long Bawan untuk penanganan lebih lanjut.
Pihak Lanud menyatakan pada Jumat (20/2) akan menuju lokasi bersama Basarnas dan pihak maskapai untuk proses lanjutan serta pemulangan jenazah. Rencananya, jenazah akan diterbangkan dari Krayan ke Balikpapan, kemudian dilanjutkan ke Jakarta.















