Pesawat charter milik Pelita Air Service dilaporkan jatuh di wilayah Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis siang sekitar pukul 12.00 waktu setempat. Pesawat tersebut diketahui mengangkut logistik bahan bakar tanpa membawa penumpang.
Informasi awal menyebutkan pesawat dengan nomor penerbangan PAS 7101 rute Long Bawan–Tarakan mengalami kecelakaan tak lama setelah lepas landas dari Long Bawan. Insiden ini terjadi di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia, tepatnya di dataran tinggi Krayan.
Pihak maskapai menyatakan kepada Kompas, proses investigasi tengah dilakukan bersama instansi terkait. Corporate Secretary Pelita Air, Patria Rhamadonna, mengatakan perusahaan masih berkoordinasi untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut. “Saat ini kami sampaikan bahwa proses investigasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait sedang berlangsung,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa penerbangan tersebut merupakan layanan kargo yang mengangkut bahan bakar dan hanya diawaki satu pilot tanpa awak kabin maupun penumpang. Maskapai menegaskan akan menyampaikan perkembangan informasi secara berkala melalui kanal resmi.
Sementara itu, warga setempat melaporkan melihat pesawat melintas dengan mengeluarkan asap hitam sebelum akhirnya menukik dan jatuh.
Insiden ini menambah daftar kecelakaan penerbangan di Indonesia dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, pesawat Smart Air tipe C208B melakukan pendaratan darurat di Nabire akibat gangguan mesin, sementara pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport jatuh di Sulawesi Selatan pada Januari lalu dan menewaskan sepuluh orang.
Hingga kini, upaya penanganan di lokasi dan penyelidikan penyebab kecelakaan masih terus berlangsung.





















