ASIA
2 menit membaca
Pemerintah salahkan OPM atas serangan pesawat sipil di Papua yang tewaskan dua awak
Kepala Satuan Tugas Damai Cartenz, Faizal Ramadhani, menyebut aparat masih memburu pihak-pihak yang diduga bertanggung jawab.
Pemerintah salahkan OPM atas serangan pesawat sipil di Papua yang tewaskan dua awak
Petugas keamanan melakukan patroli di Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Indonesia. / Arsip Reuters
15 jam yang lalu

Pemerintah Indonesia pada Kamis (12/2) menyatakan bahwa Organisasi Papua Merdeka (OPM), kelompok separatis di Papua bertanggung jawab atas serangan bersenjata terhadap pesawat Smart Air di Papua Selatan yang terjadi tak lama setelah pesawat itu mendarat, menewaskan dua awak di kokpit.

Tim gabungan TNI-Polri yang menangani keamanan di Papua mengatakan temuan awal mengarah pada keterlibatan “kelompok kriminal bersenjata”, istilah yang digunakan pemerintah untuk menyebut kelompok separatis di wilayah itu. 

Kepala Satuan Tugas Damai Cartenz, Faizal Ramadhani, menyebut aparat masih memburu pihak-pihak yang diduga bertanggung jawab.

Akibat kejadian itu, penerbangan dari dan ke Bandara Koroway Batu dihentikan sementara waktu hingga pemberitahuan lebih lanjut, tambah Faizal.

TerkaitTRT Indonesia - 3 korban tewas dalam serangan OPM di Papua, pilot pesawat hingga prajurit TNI jadi sasaran

Kementerian Perhubungan melaporkan, pesawat jenis Caravan yang dioperasikan oleh Smart Air dengan registrasi PK-SNR ditembaki saat menyentuh landasan di sebuah bandara di Papua Selatan pada Rabu (11/2). 

Pilot dan kopilot tewas dalam insiden tersebut, sementara 13 penumpang—termasuk seorang bayi—dilaporkan selamat tanpa luka.

Sebagai latar belakang informasi, Papua berada di pulau yang sama dengan Papua Nugini dan pernah menjadi koloni Belanda sebelum memproklamasikan kemerdekaan pada 1961. Dua tahun kemudian, wilayah tersebut berada di bawah kendali Indonesia, yang kemudian menggelar referendum pada 1969 dengan sekitar 1.000 pemilih yang menyatakan bergabung dengan Indonesia.

OPM secara rutin mempersoalkan legitimasi pemungutan suara itu dan menyerukan referendum ulang. 

Indonesia menolak tuntutan tersebut dengan merujuk pada dukungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terhadap kedaulatan Indonesia atas Papua.

Konflik bersenjata antara aparat keamanan dan kelompok separatis telah berlangsung lama di Papua dan dalam beberapa tahun terakhir meningkat dengan sejumlah serangan mematikan di wilayah kaya sumber daya alam tersebut.

SUMBER:AFP
Jelajahi
Jakarta hadapi krisis sampah, dari pasar yang berbau menyengat hingga TPA yang nyaris meledak
Bank Indonesia siapkan Rp185,6 triliun uang tunai untuk Ramadan dan Idulfitri
Myanmar mengusir diplomat Timor Leste karena perselisihan atas gugatan kejahatan junta
Rentetan kematian anak picu kekhawatiran krisis kesehatan mental di Indonesia
TNI AL: Kapal induk Garibaldi diharapkan tiba sebelum HUT, juga siapkan kapal RS untuk misi Gaza
Jepang sita kapal nelayan China, insiden memperdalam ketegangan antara kedua negara
Presiden Prabowo terima delegasi Pakistan, bahas kerja sama pertahanan dan dukungan KTT D-8
Ratusan siswa di Sumatera Utara keracunan usai konsumsi makan siang gratis
Konsulat Indonesia pulangkan 217 WNI yang dideportasi Malaysia dari Tawau
Kamboja dorong Filipina perkuat misi pengamat ASEAN di perbatasan
Prabowo klaim MBG lebih baik dari Jepang dan Eropa di tengah kritik fiskal dan keracunan
TNI AU uji coba pendaratan jet tempur F-16 dan super tucano di Tol Lampung
Pemerintah tinjau ulang nasib tambang emas Martabe usai pencabutan izin
3 korban tewas dalam serangan OPM di Papua, pilot pesawat hingga prajurit TNI jadi sasaran
KKB menyerang pesawat Caravan milik Smart Air di Papua Selatan, 2 pilot tewas
Filipina desak China untuk tetap jaga retorika 'tenang' saat ketegangan meningkat
Gunung Semeru meletus lima kali, mengirimkan abu setinggi 1.000 meter
Kejagung tetapkan 11 tersangka korupsi ekspor CPO, kerugian capai Rp14 triliun
DPR setujui RI terima hibah 1,9 miliar yen dari Jepang untuk kapal patroli
Tanah gerak di Tegal rusak ratusan rumah, ribuan warga mengungsi