ASIA
2 menit membaca
Filipina desak China untuk tetap jaga retorika 'tenang' saat ketegangan meningkat
Filipina meminta kedutaan besar China untuk bersikap konstruktif setelah Senat mengecam pernyataan mereka terkait Laut China Selatan.
Filipina desak China untuk tetap jaga retorika 'tenang' saat ketegangan meningkat
Penjaga Pantai Filipina memegang bendera Filipina dan China saat kapal angkatan laut China Qi Jiguang tiba di Manila pada 14 Juni 2023. / AP
11 Februari 2026

Kementerian luar negeri Filipina meminta Kedutaan Besar China di Manila pada hari Rabu (11/2) untuk bersikap "konstruktif" dalam pernyataannya di tengah eskalasi perang kata-kata antara diplomat China dan pejabat publik, termasuk senator.

Juru bicara urusan maritim Departemen Luar Negeri yang baru diangkat, Rogelio Villanueva, mengatakan bahwa tanggapan harus disampaikan dengan cara yang "tenang" dan "profesional".

"DFA menghargai perdebatan yang lugas dan intens dengan rekan-reakan luar negerinya mengenai isu-isu penting yang sejalan dengan tradisi demokrasi Filipina," katanya.

Kedutaan Besar China di Manila tidak segera menanggapi permintaan komentar.

TerkaitTRT Indonesia - Washington bela Filipina usai insiden di Laut China Selatan, Beijing tolak tuduhan dan provokasi AS

Komentar Villanueva muncul setelah Senat menyetujui sebuah resolusi pada hari Senin yang mengecam pernyataan yang dibuat oleh Kedutaan Besar China di Manila, yang mengkritik pejabat Filipina karena membela kedaulatan dan hak maritim negara itu di Laut Cina Selatan.

Kedutaan China menolak dan mengecam resolusi itu, menyebutnya sebagai "trik politik".

Pada hari Selasa, Duta Besar Filipina untuk Amerika Serikat, Jose Manuel Romualdez, menekankan perlunya "mendinginkan" ketegangan antara China dan Filipina, mengatakan bahwa hubungan antara kedua negara tidak seharusnya hanya didefinisikan oleh sengketa maritim.

Filipina dan China telah terlibat dalam serangkaian konfrontasi maritim dalam beberapa tahun terakhir, dengan Filipina menuduh China melakukan tindakan agresif di dalam zona ekonomi eksklusifnya, termasuk manuver berbahaya, penyemprotan meriam air, dan mengganggu misi pasokan.

China, pada gilirannya, menuduh Filipina memasuki wilayah yang diklaimnya.

TerkaitTRT Indonesia - China menolak klaim Filipina atas Laut China Selatan sebagai 'penyesatan'
SUMBER:Reuters
Jelajahi
Presiden Prabowo bertemu DEN bahas dampak konflik Timur Tengah atas ekonomi global
DPR setujui 5 pimpinan baru OJK periode 2026-2031
Kapolri terjunkan 161 ribu personel gabungan pastikan arus mudik dan balik Lebaran aman
Prabowo rencanakan Hashim Djojohadikusumo pimpin satgas pembiayaan taman nasional
Lebih dari 3 juta penumpang diprediksi mudik lewat Bandara Soekarno-Hatta
Karyawan Freeport tewas ditembak di area tambang Grasberg Papua
Prabowo tegaskan Indonesia tetap pegang politik bebas aktif di tengah konflik global
Panglima TNI tegaskan status siaga 1 bagian uji kesiapan pasukan
DPR uji kelayakan kandidat pimpinan OJK di tengah gejolak pasar global
Indonesia amankan kesepakatan rudal BrahMos dengan India, modernisasi pertahanan maritim
Bangladesh liburkan semua universitas untuk menghemat minyak di tengah krisis BBM
Indonesia perkuat produksi pangan di tengah tantangan iklim dan geopolitik global
Menteri ESDM: Pasokan BBM aman, harga Pertalite tetap hingga Idul Fitri
DPR nilai status Siaga 1 TNI sebagai langkah perkuat ketahanan nasional
China sebut negosiasi aturan Laut China Selatan dengan ASEAN masuk fase krusial
BNN bongkar laboratorium narkoba mephedrone yang dikendalikan warga Rusia di Bali
Longsor di TPA Bantargebang tewaskan empat orang, pencarian korban berlanjut
97 sekolah di Sumatera masih gunakan kelas darurat 3 bulan pasca bencana
13 WN Jepang ditangkap terkait dugaan penipuan online di Jawa Barat
Tidak perlu panic buying, pemerintah RI pastikan pasokan BBM aman di tengah eskalasi Timur Tengah