ASIA
2 menit membaca
Jakarta hadapi krisis sampah, dari pasar yang berbau menyengat hingga TPA yang nyaris meledak
Sampah menumpuk di sudut-sudut Jabodetabek. Bau busuk merebak di pasar dan jalanan, sementara tempat pembuangan akhir (TPA) makin sesak dan dikhawatirkan tak mampu menampung kiriman sampah warga.
Jakarta hadapi krisis sampah, dari pasar yang berbau menyengat hingga TPA yang nyaris meledak
TPST Bantar Gebang. Foto: Annisa Diana
16 jam yang lalu

Jakarta dan wilayah penyangganya kini dihuni sekitar 42 juta penduduk dan menghasilkan hingga 14 ribu ton sampah setiap hari. Jumlah itu membuat delapan TPA di kawasan Jabodetabek nyaris penuh.

Di pasar tradisional Jakarta Selatan, Nurhasanah—pedagang kopi dan makanan ringan—mengaku kesulitan berjualan karena bau menyengat dari tumpukan sampah di sekitar kiosnya.

“Baunya kuat sekali, bikin pelanggan nggak betah,” katanya.

Kondisi serupa terjadi di Tangerang Selatan. Jalanan dipenuhi lalat dan aroma tak sedap. “Saya kecewa banget. Kita bayar pajak, tapi sampah kayak nggak diurus. Harusnya pemerintah tanggung jawab,” kata Muhammad Arsil (34), pengemudi ojek online.

Warga lain, Delfa Desabriyan (19), mengatakan banyak orang kini membuang sampah di jalan karena TPA setempat sudah tak menampung. “Setiap hari pasti ada yang buang. Kalau lagi makan, baunya bikin hilang selera,” ujarnya.

Data Pemkot Tangerang Selatan mencatat, daya tampung TPA hanya sekitar 400 ton per hari, sedangkan produksi sampah mencapai 1.100 ton.

Sementara itu, TPA Bantar Gebang di Bekasi—salah satu yang terbesar di dunia—sudah menampung sekitar 55 juta ton sampah di atas lahan seluas 110 hektare. Kondisinya disebut sudah dalam tahap kritis dan berisiko longsor, seperti yang pernah terjadi di TPA Cipayung, Depok, pada 2022.

“Kalau terus ditambah, bisa longsor lagi,” kata Muhammad Rizal, warga sekitar.

Pemerintah siapkan solusi, aktivis sebut masalah belum di akar

Pemerintah berencana menutup beberapa TPA yang sudah kelebihan kapasitas, seperti di Depok dan Tangerang Selatan. Sebagai gantinya, akan dibangun 34 pembangkit listrik tenaga sampah (waste-to-energy) dalam dua tahun ke depan dengan nilai investasi sekitar US$3,5 miliar atau Rp56 triliun.

Namun, sejumlah pakar menilai langkah itu belum menyentuh akar persoalan. “Masalahnya ada di pola konsumsi masyarakat dan lemahnya penegakan hukum,” ujar Nur Azizah, pakar manajemen sampah dari Universitas Gadjah Mada.

Direktur WALHI, Wahyu Eka Setyawan, mengatakan sistem pengelolaan sampah selama ini masih bergantung pada pola kumpul–angkut–buang tanpa pengurangan dari sumber rumah tangga.

“Ini masalah lama yang nggak pernah benar-benar diselesaikan,” katanya.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya juga mengingatkan, hampir semua TPA di Indonesia akan penuh pada 2028 jika tak ada perbaikan besar. Di banyak daerah, pembuangan terbuka dan pembakaran sampah masih terjadi, menimbulkan ancaman polusi udara.

Krisis ini, kata para ahli lingkungan, seharusnya jadi peringatan agar pengelolaan sampah tidak hanya menunggu solusi besar dari pemerintah, tapi juga dimulai dari perubahan kebiasaan di rumah tangga sendiri.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia tetapkan 10 wilayah prioritas proyek pengolahan sampah menjadi energi
SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
Lubang raksasa di Aceh terus membesar, pemerintah tutup akses publik
Bank Indonesia siapkan Rp185,6 triliun uang tunai untuk Ramadan dan Idulfitri
Myanmar mengusir diplomat Timor Leste karena perselisihan atas gugatan kejahatan junta
Rentetan kematian anak picu kekhawatiran krisis kesehatan mental di Indonesia
TNI AL: Kapal induk Garibaldi diharapkan tiba sebelum HUT, juga siapkan kapal RS untuk misi Gaza
Jepang sita kapal nelayan China, insiden memperdalam ketegangan antara kedua negara
Presiden Prabowo terima delegasi Pakistan, bahas kerja sama pertahanan dan dukungan KTT D-8
Ratusan siswa di Sumatera Utara keracunan usai konsumsi makan siang gratis
Konsulat Indonesia pulangkan 217 WNI yang dideportasi Malaysia dari Tawau
Kamboja dorong Filipina perkuat misi pengamat ASEAN di perbatasan
Prabowo klaim MBG lebih baik dari Jepang dan Eropa di tengah kritik fiskal dan keracunan
TNI AU uji coba pendaratan jet tempur F-16 dan super tucano di Tol Lampung
Pemerintah tinjau ulang nasib tambang emas Martabe usai pencabutan izin
3 korban tewas dalam serangan OPM di Papua, pilot pesawat hingga prajurit TNI jadi sasaran
KKB menyerang pesawat Caravan milik Smart Air di Papua Selatan, 2 pilot tewas
Filipina desak China untuk tetap jaga retorika 'tenang' saat ketegangan meningkat
Gunung Semeru meletus lima kali, mengirimkan abu setinggi 1.000 meter
Kejagung tetapkan 11 tersangka korupsi ekspor CPO, kerugian capai Rp14 triliun
DPR setujui RI terima hibah 1,9 miliar yen dari Jepang untuk kapal patroli
Tanah gerak di Tegal rusak ratusan rumah, ribuan warga mengungsi