Tentara Nasional Indonesia (TNI) menargetkan kapal induk pertamanya, Giuseppe Garibaldi buatan Italia, tiba di Tanah Air sebelum peringatan Hari Ulang Tahun TNI pada 5 Oktober 2026, di tengah proses negosiasi yang masih berlangsung dengan pihak Italia.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan pemerintah melalui Kementerian Pertahanan masih membahas rencana akuisisi kapal tersebut dengan galangan kapal Italia, Fincantieri, serta dengan Angkatan Laut Italia sebagai pengguna sebelumnya.
“Untuk Garibaldi, masih dalam proses. Harapannya bisa sampai di Indonesia sebelum HUT TNI,” ujar Ali kepada awak media di Jakarta, Kamis (12/2).
Ali tidak merinci tahapan negosiasi yang sedang berjalan, namun menegaskan pembahasan masih berlangsung di tingkat pemerintah dan mitra Italia.

Dalam kesempatan yang sama, Muhammad Ali mengatakan Indonesia juga sedang menyiapkan pengiriman kapal rumah sakit dan pasukan ke Palestina sebagai bagian dari komitmen dalam Board of Peace (BoP).
“Jadi kita akan mengirimkan kapal rumah sakit, yang jelas. Sementara yang masih didaftarkan satu, tapi mungkin bisa jadi lebih dari satu,” ujar Ali.
Indonesia sebelumnya pada pekan mengonfirmasi bahwa negara sedang menyiapkan hingga 8.000 prajurit yang akan dikirim ke Gaza sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF), TNI menjelaskan bahwa prajurit-prajurit tersebut sedang dalam latihan berfokus pada kesehatan dan rekonstruksi.
Mengenai detail kapan dan zona penempatan, TNI masih menunggu arahan lebih lanjut sementara Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri KTT perdana BoP di Washington pekan depan pada 19 Februari.

Kapal Induk: cocok untuk misi kemanusiaan atau tempur
Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Tunggul menyebut kapal induk Giuseppe Garibaldi diproyeksikan terutama untuk misi operasi militer selain perang (OMSP), yang mencakup kegiatan kemanusiaan dan penugasan perdamaian.
“Kapal induk tersebut akan digunakan dalam pelaksanaan OMSP,” kata Tunggul dikutip dari Antara.
Giuseppe Garibaldi memiliki panjang sekitar 180 meter dan kecepatan maksimum 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam. Kapal ini dilengkapi berbagai sistem persenjataan, termasuk peluncur rudal anti-pesawat, meriam Oto Melara, tabung torpedo, serta sistem radar jamming.
Tunggul menilai kapal tersebut cocok untuk misi kemanusiaan karena mampu mengangkut logistik dalam jumlah besar, memiliki daya jelajah tinggi, serta dilengkapi fasilitas pendukung operasi. Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan kapal tersebut juga dapat digunakan dalam operasi tempur.
TNI AL saat ini masih mengupayakan proses akuisisi kapal induk milik Angkatan Laut Italia itu, namun belum mengungkap nilai pembelian maupun mekanisme kesepakatan yang sedang dibahas.
Kapal tersebut juga diproduksi oleh perusahaan Italia Fincantieri, perusahaan yang sama yang membangun dua kapal perang baru Indonesia, KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321.






