BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Satelit China untuk pertama kalinya rekam lubang hitam melahap white dwarf
White dwarf merupakan sisa bintang mati yang sangat padat, dengan kepadatan rata-rata hingga satu juta kali lipat Matahari.
Satelit China untuk pertama kalinya rekam lubang hitam melahap white dwarf
Ilustrasi peristiwa saat bintang terlalu dekat ke lubang hitam supermasif lalu hancur. / Reuters
11 jam yang lalu

Satelit Tianguan milik China, yang juga dikenal sebagai Einstein Probe, kemungkinan telah merekam sebuah lubang hitam bermassa menengah yang merobek dan memakan white dwarf, lapor Xinhua News pada Kamis.

Menurut National Astronomical Observatories of the Chinese Academy of Sciences (NAOC), peristiwa tersebut menandai pertama kalinya kejadian semacam ini berhasil diamati.

Dalam survei langit rutin pada 2 Juli 2025, satelit tersebut mendeteksi sumber sinar-X yang sangat terang dan berubah cepat, yang kemudian diberi nama EP250702a.

Kecerahan ledakan, pola radiasi, dan fitur spektralnya sangat berbeda dari ledakan kosmik apa pun yang pernah diketahui sebelumnya.

Dalam artikel utama di edisi terbaru Science Bulletin, tim NAOC mengusulkan bahwa peristiwa tersebut kemungkinan merupakan gangguan pasang surut (tidal disruption) terhadap white dwarf oleh lubang hitam bermassa menengah.

“Fenomena ini sangat menyerupai kejadian langka yang disebut jetted tidal disruption event, di mana lubang hitam merobek sebuah bintang,” jelas Zhang Wenda, peneliti asosiasi di NAOC.

White dwarf merupakan sisa bintang mati yang sangat padat, dengan kepadatan rata-rata hingga satu juta kali lipat Matahari.

Teori menunjukkan bahwa hanya lubang hitam bermassa menengah — yang berkisar dari ratusan hingga ratusan ribu kali massa Matahari — yang memiliki gaya pasang surut cukup kuat untuk merobek objek sepadat ini, alih-alih langsung menelannya utuh.

Proses tersebut diperkirakan menghasilkan ledakan energi singkat namun sangat intens, kemungkinan disertai jet terang yang bergerak cepat, selaras dengan evolusi cepat dan kecerahan ekstrem yang terdeteksi pada EP250702a.

“Skala waktu yang sangat singkat, puncak luminositas yang ekstrem, serta kemunculan ‘afterglow’ sinar-X lunak setelahnya sangat mendukung skenario lubang hitam bermassa menengah yang merobek white dwarf,” ujar Jin Chichuan, peneliti di NAOC.

SUMBER:AA