BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Indonesia dorong kemitraan Malaysia untuk perkuat industri semikonduktor
Data pemerintah pada 2021 mencatat potensi pasir silika nasional mencapai 2,1 miliar ton, bahan utama pembuatan wafer silikon yang digunakan dalam industri semikonduktor.
Indonesia dorong kemitraan Malaysia untuk perkuat industri semikonduktor
Airlangga menegaskan bahwa kolaborasi regional menjadi kunci menghadapi persaingan global industri semikonduktor. / X: Airlangga_hrt
15 jam yang lalu

Pemerintah Indonesia membuka peluang kemitraan dengan negara bagian Sarawak, Malaysia, untuk mempercepat pengembangan industri semikonduktor nasional dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global bernilai tinggi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan Indonesia ingin belajar dari pengalaman Sarawak dalam membangun manufaktur canggih, seiring target pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen.

“Pendorong utama ekonomi ada pada sektor jasa dan manufaktur bernilai tambah tinggi. Kami perlu belajar dari Sarawak terkait industri semikonduktor,” ujar Airlangga dalam Indonesia Economic Summit 2026 di Jakarta, pada Selasa.

Sarawak menargetkan pembangunan ekosistem semikonduktor terpadu pada 2030, yang diperkirakan dapat menambah RM30 miliar atau sekitar $7,6 miliar terhadap produk domestik bruto wilayah tersebut. 

Menanggapi ketertarikan Indonesia, Premier Sarawak Abdul Rahman Zohari mengatakan sektor semikonduktor masih relatif baru bagi wilayahnya, meski Malaysia memiliki pusat industri chip yang lebih maju di Penang. Ia menyebut Sarawak tengah mengembangkan chip berbasis kecerdasan buatan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari layanan kesehatan hingga otomotif dan dirgantara.

Airlangga menilai Indonesia memiliki keunggulan di sektor hulu, khususnya pasir silika. Data pemerintah pada 2021 mencatat potensi pasir silika nasional mencapai 2,1 miliar ton, bahan utama pembuatan wafer silikon yang digunakan dalam industri semikonduktor.

Dorongan pengembangan semikonduktor ini juga sejalan dengan kebijakan hilirisasi pemerintah. Indonesia telah menetapkan proyek terintegrasi modul surya berbasis bauksit dan silika senilai Rp24 triliun sebagai salah satu program prioritas pada 2026, sekaligus membuka jalan menuju pengembangan rantai nilai chip.

Di tengah penguatan hubungan ekonomi Indonesia–Malaysia, Airlangga menegaskan bahwa kolaborasi regional menjadi kunci menghadapi persaingan global industri semikonduktor. Ia berharap kemitraan dengan Sarawak dapat mendorong alih pengetahuan, memperkuat rantai pasok, dan meningkatkan nilai tambah industri dalam negeri.

TerkaitTRT Indonesia - AS menargetkan ekosistem semikonduktor Indonesia setelah kesepakatan tarif
SUMBER:TRT Indonesia