BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
IHSG dan rupiah melemah setelah Moody’s ubah outlook kredit RI jadi negatif
Pasar keuangan domestik tertekan setelah lembaga pemeringkat Moody’s menurunkan prospek (outlook) peringkat kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif. Pelemahan terjadi di pasar saham dan nilai tukar rupiah di tengah kekhawatiran investor terhadap
IHSG dan rupiah melemah setelah Moody’s ubah outlook kredit RI jadi negatif
Sejumlah ekonom menilai langkah Moody’s bisa menjadi sinyal peringatan bagi pasar. / Reuters

Pasar saham dan nilai tukar rupiah kembali melemah pada perdagangan Jumat, menyusul keputusan Moody’s menurunkan outlook peringkat kredit Indonesia. Sentimen ini memicu tekanan jual di pasar dan menambah volatilitas yang sudah terjadi sejak awal tahun.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat turun hampir 3 persen pada awal perdagangan. Sementara rupiah melemah hingga 0,36 persen ke kisaran Rp16.885 per dolar AS, level terendah sejak 22 Januari. Secara year-to-date, rupiah tercatat melemah sekitar 1 persen.

Dalam sepekan terakhir, IHSG sudah turun sekitar 4,7 persen, setelah pada pekan sebelumnya terkoreksi 6,9 persen. Tekanan ini membuat nilai kapitalisasi pasar saham Indonesia menyusut signifikan.

Moody’s menilai penurunan outlook dipicu berkurangnya prediktabilitas kebijakan. Lembaga itu juga menyoroti efektivitas kebijakan dan indikasi pelemahan tata kelola yang dinilai bisa memengaruhi kredibilitas kebijakan ekonomi Indonesia jika terus berlanjut. Sebelumnya, indeks global MSCI juga menyinggung isu transparansi pasar Indonesia.

Sentimen investor asing juga dipengaruhi target ambisius pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen. Sebagian pelaku pasar menilai target tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi fiskal dan independensi kebijakan moneter.

Pemerintah: fundamental tetap kuat

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih solid. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi menunjukkan perbaikan dan defisit fiskal tetap terkendali.

Ia menyatakan tidak ada alasan kuat untuk penurunan peringkat, bahkan membuka peluang perbaikan peringkat jika pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 6 persen atau lebih pada akhir tahun.

Sovereign wealth fund Danantara Indonesia juga menyatakan penegasan peringkat Moody’s mencerminkan kepercayaan terhadap prospek jangka panjang Indonesia. Meski begitu, penurunan outlook disebut menjadi pengingat untuk memperkuat fondasi kelembagaan.

Moody’s mengingatkan bahwa tanpa koordinasi kebijakan yang baik, pembentukan Danantara dapat menimbulkan risiko terhadap kredibilitas kebijakan serta potensi kewajiban bagi pemerintah.

Risiko ke depan

Sejumlah ekonom menilai langkah Moody’s bisa menjadi sinyal peringatan bagi pasar. Jika ketidakpastian kebijakan berlanjut, bukan tidak mungkin lembaga pemeringkat lain mengambil langkah serupa.

Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah tenor 10 tahun berada di kisaran 6,3 persen. Tekanan dinilai masih berpotensi berlanjut terutama pada obligasi jangka panjang, saham BUMN, sektor perbankan, serta arus modal asing.

Saat ini, Moody’s memberi Indonesia peringkat Baa2, dua tingkat di atas batas bawah investment grade. Sementara S&P Global Ratings dan Fitch Ratings masih mempertahankan outlook stabil.

Data bursa menunjukkan investor asing telah mencatat jual bersih sekitar US$860 juta sejak pekan lalu, mendekati total jual bersih sepanjang 2025, dikutip dari Reuters.

TerkaitTRT Indonesia - Apa itu MSCI dalam pasar saham? Ini peran dan dampaknya bagi Indonesia
SUMBER:Reuters
Jelajahi
Pemerintah tunda penerapan pajak e-commerce hingga November 2026
China luncurkan dua satelit AI, Lampung-1 perkuat kerja sama antariksa dengan Indonesia
Indonesia batasi lima juta akun anak di platform digital melalui PP Tunas
CoreWeave ekspansi ke Indonesia, bangun pusat data AI pertama di kawasan Asia-Pasifik
Pemerintah siapkan stimulus kendaraan listrik, dorong insentif motor listrik dan pembebasan PPN
IHSG memimpin penguatan di Asia Tenggara, nilai tukar rupiah tertekan penguatan dolar
OJK tegaskan komitmen reformasi pasar modal di hadapan investor global
Ekspor Indonesia naik 4,13 persen, lonjakan nikel perkuat industri pengolahan
Perdagangan defisit $450 juta, tekanan eksternal masih membayangi ekonomi Indonesia
Indonesia dan Maroko tingkatkan hubungan ekonomi, nilai perdagangan melonjak tajam
BPDP Kemenkeu sebut 80 persen ekspor sawit Indonesia kini didominasi produk hilir
IHSG naik ke level 6.216, pasar soroti dampak putusan MK terkait MBG
Indonesia dan Australia perkuat kerja sama perdagangan kayu legal dan kelestarian hutan
INA duduki posisi kedua Asia pada GSR 2026, dorong kepercayaan investor global ke Indonesia
Investor China lirik Banten untuk pusat data dan teknologi, Pemprov jamin infrastruktur
Indonesia simpan potensi energi terbarukan 3.687 GW, pemerintah dorong percepatan transisi bersih
Pemerintah perketat impor gula rafinasi demi lindungi petani lokal dan kejar swasembada
Krakatau Steel dan SAIL India gandeng investasi $350 juta untuk pabrik baja nikel di Indonesia
Indonesia–Korea Business Forum 2026 perkuat investasi industri strategis
Danantara catat devisa DSI tembus $12 miliar di tengah reformasi tata kelola ekspor SDA