BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Indonesia dorong integrasi pasar ekonomi syariah global di forum internasional
Peran sebagai penghubung pasar ekonomi syariah dunia ditegaskan pemerintah dalam forum Indonesia Economic Summit (IES) 2026. Konektivitas lintas negara dan investasi halal dinilai menjadi kunci penguatan ekonomi syariah global.
Indonesia dorong integrasi pasar ekonomi syariah global di forum internasional
Menteri Agama Nasaruddin Umar (kanan) di IES 2026 Indonesia–B57+ Jakarta, Rabu (4/2/2026). Foto: Kemenag
6 Februari 2026

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyoroti posisi strategis Indonesia sebagai penghubung pasar ekonomi syariah global dalam ajang Indonesia Economic Summit (IES) 2026. Menurutnya, Indonesia aktif mendorong integrasi pasar syariah melalui penguatan konektivitas lintas batas, perdagangan, dan investasi.

Pernyataan itu disampaikan dalam sesi Multilateral Business Roundtable Indonesia–B57+ pada Rabu (4/2). Forum tersebut dihadiri pembuat kebijakan, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan dari berbagai negara.

Nasaruddin mengatakan peran Indonesia di ekonomi syariah global tidak sekadar klaim, tetapi ditopang capaian yang diakui dunia. Indonesia, kata dia, mempertahankan peringkat ketiga dalam Global Islamic Economy Indicator (GIEI) 2024/2025, di bawah Malaysia dan Arab Saudi.

Menurutnya, posisi tersebut mencerminkan kekuatan dan ketahanan ekosistem ekonomi syariah nasional sekaligus memperkuat kredibilitas Indonesia sebagai pusat kerja sama ekonomi syariah.

Ia juga menyoroti keunggulan Indonesia di sejumlah sektor. Indonesia tercatat menempati peringkat pertama dunia untuk modest fashion, serta menjadi salah satu pemain utama di sektor pariwisata ramah Muslim, kosmetik halal, dan produk farmasi halal.

Di sektor keuangan, industri keuangan syariah nasional juga menunjukkan kinerja kuat. Per Oktober 2025, aset keuangan syariah mencapai 30,3 persen dari total aset keuangan nasional.

Selain itu, Indonesia disebut menjadi tujuan investasi halal terbesar di dunia. Sepanjang 2023, tercatat sekitar 40 transaksi investasi halal dengan nilai sekitar 1,6 miliar dolar AS, mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor global.

Nasaruddin menambahkan, inisiatif B57+ sejalan dengan prinsip ekonomi syariah yang menekankan keadilan, kerja sama, dan keterkaitan dengan sektor riil. Ekonomi halal dinilai menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperluas akses pembiayaan dan memperkuat daya saing Indonesia dalam rantai nilai global.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia tawarkan obligasi syariah 5 tahun dan sukuk hijau 10 tahun berdenominasi dolar AS
SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
Prabowo pacu transisi energi, targetkan 100 gigawatt tenaga surya
Dolar bergejolak di tengah ketidakpastian perang Iran, investor tetap waspada
Pemerintah RI akan tekan lonjakan harga minyak dengan APBN, subsidi energi berpotensi naik
IHSG anjlok lebih dari 4 persen dipicu lonjakan harga minyak global
Harga minyak melonjak lampaui $105 per barel saat perang terhadap Iran terus berlanjut
Kantor Meta di Jakarta disidak Komdigi, pemerintah tuntut moderasi konten dan transparansi algoritma
Fitch pangkas prospek peringkat kredit Indonesia jadi negatif, soroti ketidakpastian kebijakan
Indonesia alihkan impor minyak ke AS akibat konflik Timur Tengah
Indonesia, AS, dan Jepang gelar konferensi reaktor modular kecil nuklir di Jakarta
Dua kapal Pertamina tertahan di Teluk Persia akibat konflik Timur Tengah
India hadapi risiko serius pasokan minyak akibat konflik Timur Tengah
Claude AI milik Anthropic kembali normal usai gangguan, unduhan melonjak di tengah sengketa Pentagon
BPS: Emas perhiasan catat inflasi 30 bulan beruntun
Inflasi Indonesia melonjak ke 4,76 persen Februari 2026, harga hunian dan emas jadi pendorong
Garuda Indonesia hentikan sementara penerbangan ke dan dari Doha
Harga minyak melonjak 10 persen akibat krisis Iran, berpotensi tembus US$100 per barel
OPEC+ secara prinsip sepakat tingkatkan produksi minyak setelah konflik di Timur Tengah meluas
Pemerintah targetkan ekonomi berbasis AI tumbuh hingga 9 persen
AS berikan hibah $2,49 juta dukung pengembangan Kota Cerdas Nusantara
First Resources bayar US$5,6 juta ke pemerintah RI terkait lahan sawit bermasalah